Hal itu disampaikan Duta Besar RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda Retno Lestari Priansari Marsudi dalam acara perkenalan dengan masyarakat di Ruang Nusantara KBRI Den Haag, Sabtu (28/1/2012).
Menurut Dubes, kekhususan, juga ditandai dengan keberadaan masyarakat Indonesia di Negeri Belanda dalam jumlah besar dan cukup beragam, yang merupakan cerminan dari kemajemukan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Dubes, kemajemukan juga merupakan tempat sangat tepat untuk melaksanakan ajaran dan norma-norma baik, yang diajarkan kepada kita.
'Mari kita syukuri kemajemukan ini dan jadikan kemajemukan ini perekat bagi kesatuan kita. Apapun latarbelakang kita, kita semua satu Indonesia," tegas Dubes.
Dubes mengajak masyarakat untuk bersama-sama berupaya menjadikan Indonesia lebih baik. KBRI dalam hal ini adalah mitra masyarakat untuk mewujudkan cita-cita tersebut dan cita-cita untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Belanda.
Dubes meminta masyarakat agar berkenan menerima dirinya dan keluarga sebagai warga baru masyarakat Indonesia di Negeri Belanda, sebagaimana pihaknya menganggap masyarakat sebagai anggota keluarga besar Indonesia.
"Nama saya Retno Lestari Priansari Marsudi. Cukup panggil saya Retno saja. Dan ini suami saya Agus Marsudi. Saya biasanya memanggilnya dengan Mas Agus," pungkas Dubes.
Hadir Wakil Duta Besar Umar Hadi, staf KBRI Den Haag, para pemuka masyarakat, tokoh berbagai agama, dan mahasiswa. Acara disemarakkan dengan musik dan rijstafel khas Indonesia dengan menu istimewa opor ayam, sayur lodeh, rempela-ati ayam, tahu, wajik, risoles dan aneka buah-buahan segar.
(es/es)











































