"Mestinya seluruh masyarakat lebih berkonsentrasi menghadapi korupsi karena itu yang akan menghancurkan negara dibanding patung," kata budayawan, Sujiwo Tejo, saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/01/2012).
Menurut Sujiwo Tejo, kejayaan bangsa Indonesia banyak ditandai dengan sesuatu yang erotis. Hal itu dapat terlihat pada patung-patung atau relif peninggalan zaman kerajaan baheula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Tejo, tidak fair ketika erotisme selalu menjadi yang pertama untuk disensor sebelum dipublis ke masyarakat. Sementara, kekerasan tidak disensor.
"Karena kita munafik, bukan saya menganjurkan erotisme, cuma fair, kalau erotisme tidak boleh ditayangkan, kekerasan juga tidak boleh," tegas Tejo.
Keberimbangan itu semata-mata untuk menjaga generasi bangsa untuk tidak menyimpulkan bahkan bertindakan yang salah di kemudian hari lantaran apa yang tekah ditontonnya saat ini.
"Aku khawatir nanti anak-anak bangsa ini berpikiran bahwa negeri ini hanya berisi kekerasan tanpa kasih sayang," tandas lulusan ITB ini.
(asp/asp)











































