Benjolan Pada Warga Buyat Bukan Karena Pencemaran

Benjolan Pada Warga Buyat Bukan Karena Pencemaran

- detikNews
Rabu, 28 Jul 2004 15:17 WIB
Jakarta - Benjolan yang muncul di tengkuk seorang warga di perkampungan Teluk Buyat, Sulteng, diyakini bukan akibat dari pencemaran logam berat di perairan itu. Benjolan itu biasa muncul pada semua orang.Demikian disampaikan dr.May Hizrani, humas RS MMC, Rabu (28/7/2004). Pada pukul 11.00-13.00 WIB, RS swasta itu telah melakukan operasi pengangkatan benjolan yang tumbuh di tengkuk Rasyid Rahmat, warga Teluk Buyat. Sebelumnya, sejumlah LSM meyakini benjolan itu adalah akibat pencemaran logam berat oleh PT Newmont Minahasa Raya (NMR) di Teluk Buyat yang melahirkan kekhawatiran akan munculnya penyakit minamata. Usai dioperasi, di kamar 325 lantai 3 RS MMC, Rasyid menyatakan, kondisinya sekarang membaik. "Sakit kepala berkurang, tapi masih mati rasa di tangan kanan dan sampai sekarang belum hilang," katanya pada wartawan. Tengkuknya masih diperban.Kelenjar LemakDitemui wartawan di lantai 1, dr.May Hizrani menjelaskan, benjolan yang tumbuh di tengkuk Rasyid adalah kelenjar lemak yang berada di bawah kulit. Kelenjar itu membesar karena sumbatan, biasanya disebut kista atheroma. "Kista ini tidak ada hubungannya dengan pencemaran. Kemungkinan ini penyakit lain yang sudah diderita oleh bapak ini," terang May.Jadi, tidak ada kaitannya dengan pencemaran lingkungan? "Kita belum melihat hubungan kista atheroma dengan pencemaran lingkungan," jawab May. Jadi orang di luar Teluk Buyat bisa terkena penyakit ini? "Banyak," jawab May. Walaupun demikian, benjolan yang sudah diangkat itu akan diadakan tes lanjutan yaitu tes hispatologi. Tujuannya untuk melihat sel-selnya seperti apa. "Dari sel-sel itu bisa diketahui penyebab benjolan itu, pencemaran atau bukan. Tes ini makan waktu 3-4 hari," demikian May. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads