"Belakangan ini, kita tim terpadu penyelesaikan konflik lahan di Pulau Padang antara warga dengan PT Riau Pulp, melihat situasi dari udara. Dengan jelas, di lokasi yang akan dijadikan Hutan Tanaman Industri itu terjadi perambahan liar," kata Asisten I Pemkab Meranti, Nuriman Alkhoir dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (28/01/2012).
Menurutnya, aktivitas perambahan liar ini sudah berlangsung lama. Ini terlihat dari pantauan udara, banyaknya berdiri sawmill liar di Kecamatan Pulau Padang. Sawmill (tempat penggergajian kayu) liar yang diduga milik cukong kayu memperalat masyarakat untuk bekerja sebagai perambah hutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para cukong kayu ini, lanjut Nuriman, diduga juga mempengaruhi masyarakat untuk menolak kehadiran pembukaan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT RAPP. Karena jika dibuka HTI, dengan sendirinya, ini akan memangkas habis aktivitas perambahan hutan.
"Jadi bisa saja, aksi penolakan kehadiran HTI PT RAPP ini dianggap akan menghancurkan bisnis illegal logging tersebut. Karenanya warga turut dipengaruhi untuk menolak kehadiran perusahaan, agar bisnis mencuri kayu bisa lancar," duga Nuriman.
Pemkab Meranti mengharapkan, agar Dinas Kehutanan Provinsi Riau untuk segera turun ke lapangan untuk memberantas praktik perambahan liar tersebut. Jika kondisi ini dibiarkan, maka hasil jarahan alam Indonesia, terus menerus di jual ke Malaysia.
"Kami mengharapkan kiranya perambahan liar di Pulau Padang segera ditertibkan. Jangan dibiarkan penjarahan hasil hutan alam kita dinikmati para cukong kayu," kata Nuriman.
"Liat saja ini hasil pantuan kita di udara, sangat jelas sekali kan ada sawmill liar,β kata Nuriman menunjukkan foto dokumentasi yang diambil dari udara.
Sebelumnya, anggota DPR RI asal Riau, Wan Abu Bakar, kepada detikcom menyebut, pihak Polda Riau dan Dinas Kehutanan Riau harus segera memberangus segala bentuk pembalakan liar tersebut. Perambahan liar di Pulau Padang, sudah banyak merugikan negara.
βPolisi dan Dinas Kehutanan Riau harus segera turun ke lapangan untuk menyaksikan sendiri perambahan liar yang terjadi,β tegas Wan mantan Gubernur Riau itu.
(cha/gah)











































