"Sementara aktivitas warga masih terpusat pada inventarisir bantuan," kata Achmad, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (27/1/2012).
Ia mengatakan, bagi yang rumahnya mengalami rusak total, warga Pulau Seribu diperbolehkan mengungsi di gedung karang taruna dan di posko pengungsian. Selain itu, lanjut Achmad, pihaknya juga membutuhkan pembangunan Puskesmas serta beberapa bantuan alat-alat kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Camat Kepulauan Seribu Utara, Atok Bahroni, mengatakan bantuan material yang paling dibutuhkan ialah berupa asbes, batako, semen dan lain-lain. Ia juga berharap agar aliran listrik yang masih terputus, agar cepat diperbaiki.
"Listrik di Pulau Harapan, perlu dihidupkan karena sampai sekarang belum ada yang menangani masalah itu," ungkapnya.
Sebelumnya diketahui, Angin Puting Beliung memporak-porandakan Kabupaten Pulau Seribu pada Rabu (25/1) lalu. Angin puting beliung menerjang sekitar pukul 12.30 WIB, selama 5-10 menit.
"Banyak pohon bertumbangan juga. Di Pulau Harapan sekitar 60 pohon, sedangkan di Pulau Kelapa sekitar 20 pohon. Tiang listrik di Pulau Harapan juga ada yang tumbang sebanyak 20," kata Atok kepada detikcom (25/1/2012).
(mpr/mpr)










































