"Kekerasan itu menunjukkan adanya upaya perlawanan dan sekaligus ekspresi kefrustrasian masyarakat atas meluasnya praktik ketidakadilan di Indonesia," ujar Koordinator KontraS, Haris Azhar, dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Sabtu (28/1/2012).
Ia menuding, bentuk kekerasan yang terjadi akibat akumulasi kekecewaan akibat ketidak-cocokan (Inkompatibilitas) antara harapan masyarakat Indonesia terhadap janji-janji pemerintah. Faktor ekonomi merupakan salah satu penyebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KontraS menghimbau kepada pemerintah dan seluruh aparat penegak hukum untuk tidak gegabah dalam merespons gesekan atau amuk sosial di tengah masyarakat.
"Dialog serta pemenuhan janji-jani terhadap warga dengan penyelasaian yang cepat merupakan salah satu upaya untuk mencegah gesekan sosial," paparnya.
(mpr/mpr)










































