Komnas HAM Didesak Turun ke Papua dan Sulteng
Rabu, 28 Jul 2004 14:09 WIB
Jakarta - Sekitar 30 orang yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Sipil untuk Papua dan Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Poso, mendemo Komnas HAM di Jl.Latuharhary, Jakpus, Rabu (28/7/2004).Koalisi yang antara lain beranggotakan Ikohi, Kontras Papua, LBH Jakarta, Crisis Center PGI, dan GMNI ini menuntut Komnas HAM membentuk tim investigasi menuntaskan berbagai kasus pelanggaran berat HAM di Papua dan Sulawesi Tengah (Sulteng).Dalam pelanggaran HAM di Papua, mereka menuntut penyelidikan atas Aristoteles Masoka yang lenyap bersamaan dengan kasus penembakan Theys Hiyo Eluay.Jonas Masoka, bapak Aristoteles yang hadir, mengaku merasa dirugikan pengadilan. "Selama ini kasus hilangnya anak saya tidak pernah diangkat dan tidak pernah diusut.Saya mendengar isu-isu bahwa anak saya berada di luar negeri yaitu di AS, Australia, dan Papua Nugini. Tapi saya sampai sekarang belum pernah berhubungan dengan anak saya lagi," papar Jonas.Sementara, Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Poso menuntut Komnas HAM menginvestigasi kasus kekerasan di Poso dan Palu. Misalnya saja kasus penembakan Pendeta Susianti di Palu dan kasus kekerasan di Poso.Pendemo diterima anggota Komnas HAM Syamsudin dan Sulistyowati Soegondo. Syamsudin menyatakan, tim Komnas HAM masih bekerja menyelidiki kasus ini. Tapi pihaknya belum bisa membuka hasil kerjanya."Penyelidikan oleh Komnas HAM sifatnya penyelidikan justisia, akan direkomendaskan ke pemerintah. Kami akan membawa aspirasi Anda semua ke sidang pleno Komnas yang sekarang sedang berlangsung," papar Syamsudin.
(nrl/)











































