"E itu cucunya BK (Buniarti Kosim)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/1/2012).
Rikwanto mengatakan, E adalah seorang perempuan yang merupakan teman dari Afriyani. Namun hingga kini, polisi belum memintai keterangan E terkait kecelakaan yang menewaskan 9 orang dan tiga lainnya luka-luka.
"Belum dimintai keterangan," ujar dia.
Seperti diketahui, mobil tersebut dikemudian Afriyani saat menabrak 12 pejalan kaki di kawasan Tugu Tani, Jalan MI Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (22/1) siang lalu. Afriyani diketahui hilang kendali saat berkemudi karena terpengaruh narkotika.
Saat olah TKP, polisi tidak menemukan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) di mobil keluaran tahun 2005 tersebut. Polisi hanya menemukan selembar fotocopy STNK atas nama Deden Riohendi.
Setelah ditelusuri, Deden ternyata telah menjual mobil tersebut sejak tahun 2009. Polisi kemudian mengecek kepemilikan mobil itu ke bagian Registrasi dan Identifikasi Kendaraan (Regident) Polda Metro Jaya, pemilik terakhir adalah Buniarti Kosim.
Mobil tersebut ternyata sudah balik nama atas nama Buniarti pada Oktober 2011. Sementara Afriyani mengaku, dipinjami mobil tersebut oleh E.
(mei/mpr)











































