"Dipukuli karena masalah kecil. Kadang kalau mau main pakai baju syuting diomeli. Kalau mau jalan-jalan mesti nangis-nangis dulu, dipukul juga. Mau main siang-siang nggak boleh," kata Vita di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (27/1/2012).
Model iklan cokelat pasta ini mengatakan suatu kali pernah pulang ke rumah pada pukul 21.00 WIB. Akibatnya sang ibu pun marah. Vita mengaku sering dipukul hingga memar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi model kemauan siapa? "Kalau model kemauan aku, syuting juga kemauan aku. Tapi kalau aku nggak mau suka dimarahi. Paling aku cerita ke Bunda (Bunda Maya, orang tua angkat Vita)," ucap gadis cantik berambut sebahu ini.
Sementara itu Lily, ibunda Vita, mengakui pernah menarik rambut Vita dan menjepret kaki putrinya dengan karet.
"Mungkin lagi labil, masih kecil. Waktu bulan puasa memang saya tarik rambutnya. Saya pernah jepret kakinya pakai karet. Karetnya saya kalungkan ke kakinya terus dijepret," kata Lily.
Diberitakan sebelumnya, Vita meninggalkan rumah pada 9 Januari 2011 lalu. Terakhir kali dia pamit meninggalkan rumah untuk pergi ke warnet. Namun Vita tak juga pulang, sehingga keluarga melaporkan menghilangnya Ruvita ke polisi sehari kemudian.
Rupanya Vita kabur ke Sorong dan tinggal bersama Bunda Maya di Perumahan Pemda, Jl Sorong Plamono KM 24, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Vita pergi ke Sorong dengan menaiki kapal dengan uang hasil menjual HP. Keberadaan Vita ditemukan polisi pada Kamis (26/1) sore kemarin.
(vit/nwk)











































