"Satu hal izin-izin perlu segera dipercepat." kata Kuntoro seusai rapat tranportasi Jakarta di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (27/1/2012).
Kuntoro mengatakan, percepatan itu diantaranya dalam pemberian izin untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan percepatan ruislag tanah Lemdiklat Polri di dekat Lebak Bulus yang akan dilewati MRT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Supaya dalam waktu tiga bulan ini, berbagai macam hal yang menjadi kendala itu bisa diselesaikan," katanya.
Saat ditanyakan, apakah Gubernur DKI yang akrab dipanggil Foke itu tidak serius memecahkan masalah kemacetan dan tranportasi Jakarta, Kuntoro mengatakan, "Serius, serius,".
Ia pun mengatakan, 17 langkah untuk atasi kemacetan Jakarta hasil saat rapat transportasi yang dipimpin Wapres Boediono pada 2010 lalu, juga telah berjalan dengan baik.
Sebagian dari 17 langkah itu sudah berjalan. Misalnya, pengaturan jam operasi angkutan barang di tol dalam kota, penertiban angkutan liar, pemberlakuan harga khusus BBG untuk angkutan umum, upaya sterilisasi jalur busway, pembangunan lingkar dalam, pembangunan fasilitas park and ride, penambahan jalur bus way, penghapusan perparkiran on-street, serta penegakan hukum perparkiran di jalan utama.
"Saya kira kemajuan yang baik sekali, jadi 17 langkah arahan Wakil Presiden September 2010, sudah berjalan dengan baik, ada beberapa hal yang masih belum baik, tetapi secara garis besar baik," katanya.
Ia menambahkan, beberapa hal belum mampu mengatasi masalah karena kecepatan pertumbuhan kendaraan yang begitu cepat dibandingkan dengan usaha yang dilakukan dalam mengurangi kemacetan.
(rdf/lia)










































