Akhirnya! Vita Si Model Iklan Kembali ke Pelukan Ibunda

Akhirnya! Vita Si Model Iklan Kembali ke Pelukan Ibunda

- detikNews
Jumat, 27 Jan 2012 17:25 WIB
Akhirnya! Vita Si Model Iklan Kembali ke Pelukan Ibunda
Jakarta - "Vita, Mama kangen!" ujar Lily saat mendapati putrinya, Ruvita Sari, yang hampir tiga pekan kabur dari rumah. Lily lantas memeluk gadis 13 tahun itu dan menghujaninya dengan ciuman sambil menangis haru.

Vita tiba di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (27/1/2012) sekitar pukul 16.30 WIB. Dia didampingi aparat kepolisian Resmob Polda Metro Jaya. Saat diciumi ibunya, Vita hanya diam.

Model iklan cokelat pasta dan minuman sereal itu mengenakan baju terusan tanpa lengan berwarna salem dengan motif bunga. Dia mengenakan sepatu pantofel berwarna senada dengan bajunya. Rambut sebahunya dihias bando. Cantik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gadis yang beranjak remaja itu memeluk boneka Mickey Mouse saat keluar dari mobil polisi yang membawanya.

Setelah itu, sang ibu berkali-kali mengucapkan terima kasih pada media massa dan polisi. "Makasih anak saya sudah kembali dengan selamat," ucapnya.

Di Mapolda Metro Jaya juga ada orang tua angkat Vita, Bunda Maya. Ada pula Astuti yang merupakan ibu mertua Bunda Maya.

Vita ditemukan Kamis (26/1) sore kemarin di rumah kerabat keluarga angkatnya di Perumahan Pemda, Jl Sorong Plamono KM 24, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Vita pergi ke Sorong dengan menggunakan kapal dari Tanjung Priok pada 14 Januari.

Diberitakan sebelumnya, Vita meninggalkan rumah pada 9 Januari 2011 lalu. Terakhir kali dia pamit meninggalkan rumah untuk pergi ke warnet. Namun Vita tak juga pulang, sehingga keluarga melaporkan menghilangnya Ruvita ke polisi sehari kemudian.

Sebelumnya Vita mengaku kabur karena tidak disekolahkan oleh ibunya. Vita mengatakan, dirinya sudah tidak mengenyam bangku pendidikan sejak kelas 4 SD. Pendidikan sekolah Vita terputus karena ibundanya, Lili kemudian memasukkannya ke kursus modeling.

Menurut Lily, Vita berkeinginan untuk mengenyam pendidikan di sekolah yang berstandar internasional. Hanya saja, kemampuan ekonomi keluarga Lily yang pas-pasan tidak bisa memenuhi keinginannya.

Bunda Maya juga berniat menyekolahkan Vita, namun keluarga keberatan jika Vita disekolahkan tidak di Jakarta.

(vit/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini