Angkot C01 Demo di Flyover Kebayoran Lama, Jl Pakubuwono Macet

Angkot C01 Demo di Flyover Kebayoran Lama, Jl Pakubuwono Macet

- detikNews
Jumat, 27 Jan 2012 17:11 WIB
Tangerang - Macet parah terjadi di Jl Pakubuwono yang mengakses ke flyover Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hal ini dipicu aksi demo awak angkot C01 Ciledug-Kebayoran lama yang memarkir kendaraannya di jalan layang.

Kemacetan juga berimbas hingga Jl Arteri Velbak, Gandaria City. Lalu lintas di kedua arah menjadi macet, apalagi volume kendaraan sangat tinggi di jam pulang mengantor seperti sore ini, Jumat (27/1/2012).

Selain di flyover Kebayoran Lama, ratusan sopir angkot C01 juga berunjuk rasa di Jalan Inpres, Perumahan Puri Beta, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Mereka memprotes rencana pencabutan trayek C01 oleh Pemerintah DKI Jakarta, akibat kasus pemerkosaan mahasiswi kebidanan berinisial J beberapa waktu lalu yang awalnya disebut dilakukan di angkot C01.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksi tersebut mereka menempelkan poster berisi tuntutan mereka kepada media untuk membersihkan nama baik angkot C01 di kendaraan mereka.

Menurut salah satu sopir, Ridwan, sejak maraknya pemberitaan peristiwa perkosaan tersebut, membuat penumpang, khususnya kaum perempuan, takut menaiki angkot C01. Hal itu berdampak pada sepinya penumpang.

"Jika sudah magrib, penumpang perempuan nggak ada yang berani naik angkot. Mereka memilih menggunakan motor atau naik ojek," katanya.

Akibatnya, kata Ridwan, omzetnya menurun drastis dari sebelumnya. Dalam sehari biasanya ia mendapat Rp 140-110 ribu. Dari jumlah itu, dia mendapat bagian 70-80 ribu. Tapi saat ini penghasilan sopir menurun karena selalu sepi penumpang. "Dalam sehari, penghasilan bersih kita cuma dapat Rp 40 ribu, bahkan pernah sampai Rp 8 ribu," terangnya.

Ridwan menegaskan, selama ini sopir-sopir C01 tidak pernah melakukan tindakan kriminal apalagi perkosaan. Dalam pemberitaan yang berkembang beberapa waktu lalu, Polda Metro Jaya juga telah memastikan bahwa perkosan tidak terjadi di dalam angkor C01. "Itu berita bohong. Kalau ada yah buktikan, kita akan bunuh sendiri pelakunya," tegasnya.

Untuk itu, ia menuntut agar nama baik angkot C01 dibersihkan. Ia juga menolak ancaman pencabutan trayek C01 oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Kalau dicabut, kita makan apa? Nama baik kita harus dibersihkan," ungkap Ridwan.

Kasus pemerkosaan yang memicu aksi ini dilaporkan oleh seorang mahasiswi kebidanan berinisial J. Dia mengaku diperkosa pada 19 Januari. Awalnya beredar informasi dia diperkosa 5 orang di angkot C01. Tapi keterangannya berubah-ubah sehingga terkahir pemerkosaan terjadi di pinggir rel kereta api Kebayoran Lama saat menunggu angkot C01, jadi bukan di angkutan.

Perkembangan terbaru, polisi telah menangkap Su alias Iwang sebagai tersangka pemerkosaan. Tapi Su mengaku dia berhubungan seksual dengan J atas dasar suka sama suka selama 4 kali. Su merupakan pelaku tunggal. Polisi mendalami dugaan laporan palsu yang dilakukan J.


(nrl/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini