"Saya belum berani mengatakan itu. Karena dari kementerian saya saja banyak persoalan, bagaimana Anda bisa nyaman berjalan. Bagaiman agar transportasi darat, laut, udara bisa baik, itu tugas tidak gampang," kata Mangindaan yang juga anggota Dewan Pembina PD saat ditanya kesiapannya jika dipilih sebagai Ketum PD.
Hal itu disampaikan dia usai rapat membahas transportasi Jakarta di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (27/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait nama Ketum PD, Anas Urbaningrum, yang disebut-sebut Nazaruddin tersangkut kasus Wisma Atlet, Mangindaan menyerahkan urusan itu ke ranah hukum. Jika memang terlibat, tentu PD akan menggelar kongres luar biasa (KLB).
"Tapi kita tidak bisa berpikir ke sana dulu. Karena ranah hukum belum ada titik terang, jadi kita tidak bisa mengira-ngira seperti itu. Bagusnya kita fixed sajalah. Dari rapat kita itu, internal diperbaiki dan mempersiapakan diri konsolidasi dalam rangka 2014," tutur Mangindaan.
Dia menyarankan Anas tetap menjalankan tugasnya baik-baik sebagai Ketum sesuai dengan tupoksinya. Dan bila ada proses hukum yang harus dijalani, Anas diminta siap.
Jikalau Anas harus diganti dari kursi Ketum PD, maka ada aturan yang berlaku yang harus ditaati. "Itu harus konstitusi. Ada AD/ART, kan ada pemilihan, masih banyak calon yang lebih baik dari saya," papar Mangindaan.
Isu pelengseran Anas mencuat karena namanya terus disebut dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet di Palembang. Mantan bendahara PD Nazaruddin terus mengungkap keterlibatan Anas dalam kasus itu.
(vit/nrl)










































