Sibuk di Kemenhub, EE Mangindaan Hanya akan Back Up PD

Sibuk di Kemenhub, EE Mangindaan Hanya akan Back Up PD

- detikNews
Jumat, 27 Jan 2012 14:27 WIB
Sibuk di Kemenhub, EE Mangindaan Hanya akan Back Up PD
Jakarta - EE Mangindaan disibukkan dengan berbagai tugas di Kementerian Perhubungan. Karena itu dia merasa lebih pas jadi tokoh di belakang layar kebesaran Partai Demokrat. Mangindaan akan fokus di tugas kementerian, sedangkan untuk PD dia hanya akan mem-back up.

"Saya belum berani mengatakan itu. Karena dari kementerian saya saja banyak persoalan, bagaimana Anda bisa nyaman berjalan. Bagaiman agar transportasi darat, laut, udara bisa baik, itu tugas tidak gampang," kata Mangindaan yang juga anggota Dewan Pembina PD saat ditanya kesiapannya jika dipilih sebagai Ketum PD.

Hal itu disampaikan dia usai rapat membahas transportasi Jakarta di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (27/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus tiba-tiba harus mengurus partai, saya pikir harus ditimbang-timbang juga. Jangan sampai melepas itu (tugas kementerian) dan ke sana jadinya serba salah. Mungkin ada yang lebih bagus dari saya. Saya back up, saya back up," sambung Mangindaan.

Terkait nama Ketum PD, Anas Urbaningrum, yang disebut-sebut Nazaruddin tersangkut kasus Wisma Atlet, Mangindaan menyerahkan urusan itu ke ranah hukum. Jika memang terlibat, tentu PD akan menggelar kongres luar biasa (KLB).

"Tapi kita tidak bisa berpikir ke sana dulu. Karena ranah hukum belum ada titik terang, jadi kita tidak bisa mengira-ngira seperti itu. Bagusnya kita fixed sajalah. Dari rapat kita itu, internal diperbaiki dan mempersiapakan diri konsolidasi dalam rangka 2014," tutur Mangindaan.

Dia menyarankan Anas tetap menjalankan tugasnya baik-baik sebagai Ketum sesuai dengan tupoksinya. Dan bila ada proses hukum yang harus dijalani, Anas diminta siap.

Jikalau Anas harus diganti dari kursi Ketum PD, maka ada aturan yang berlaku yang harus ditaati. "Itu harus konstitusi. Ada AD/ART, kan ada pemilihan, masih banyak calon yang lebih baik dari saya," papar Mangindaan.

Isu pelengseran Anas mencuat karena namanya terus disebut dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet di Palembang. Mantan bendahara PD Nazaruddin terus mengungkap keterlibatan Anas dalam kasus itu.

(vit/nrl)


Berita Terkait