Panwaslu Minta LP3ES dan NDI Sosialisasikan Quick Count
Rabu, 28 Jul 2004 12:23 WIB
Jakarta - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) meminta Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES) dan National Democratic Institute (NDI) melakukan sosialisasi penghitungan cepat (quick count) kepada masyarakat. Hal ini untuk menghindarkan kecurigaan dan kesalahpahaman masyarakat selama ini. Hal itu disampaikan Panwaslu dalam pertemuan dengan LP3ES dan NDI di kantor Panwaslu, Jl.Rasuna Said, Jakarta, Rabu (28/7/2004). LP3ES-NDI menemui Panwaslu untuk menyampaikan pantauan quick count. "Panwas minta dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga tidak menimbukan kecurigaan dan kesalahpahaman yang tak perlu. Maka kami akan mensosialisasikan metode dan bagaimana kami melakukannya," kata Direktur LP3ES Imam Ahmad kepada wartawan usai pertemuan.Ahmad menjelaskan, hasil quick count sangat mendekati dengan hasil perolehan suara yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selisihnya di bawah 1 persen kecuali untuk pasangan capres Wiranto Salahuddin Wahid.Pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid versi penghitungan manual KPU mendapat 22,15 persen, TNP 22,21 persen dan quick count 23,3 persen.Megawati-Hasyim Muzadi 26,61 (penghitungan manual KPU), 26,29 (TNP) dan 26 (quick Count)Amien Siswono, 14,66 (KPU), 14,87 (TNP) dan 14,4 (quick Count).SBY 33.57 (KPU), 33,58 (TNP) dan 33,2 (quick Count).Hamzah-Agum, 3,01 (KPU), 3,06 (TNP) dan 3,1 (quick count).IntimidasiPeneliti dari LP3ES, Tatak Prapti Ujiyati menambahkan selain melakukan penghitungan cepat, pihaknya juga melakukan pemantauan di 1.719 TPS yang dipilih sebagai sample yang tersebar di seluruh Indonesia.Hasilnya LP3ES menemukan terjadi intimidasi terhadap pemilih sebesar 3 persen. Tidak jujur dan adil 1 persen. Bilik tak menjamin kerahasiaan 5 persen dan saksi tak tanda tangan 3 persen.
(iy/)











































