"Saya bilang 'dek, boleh sekolah. Tapi jangan jauh-jauh di Sorong. Nanti kalau mama kangen bagaimana?," ujar Lily menirukan percakapannya dengan Vita-sapaan Ruvita-saat berbincang dengan detikcom, Jumat (27/1/2012).
Lily mengatakan, Vita putus sekolah sejak usia 8 tahun. Sejak putus sekolah, Lily kerap menawarkan Vita untuk kembali bersekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lily, Vita berkeinginan untuk mengenyam pendidikan di sekolah yang berstandar internasional. Hanya saja, kemampuan ekonomi keluarga Lily yang pas-pasan tidak bisa memenuhi keinginannya.
"Kita ini orang nggak mampu. Kalau Vita benar-benar ingin sekolah di SD biasa, sudah dari dulu-dulu saya sekolahkan. Saya juga tidak ingin anak saya seperti saya, saya ingin anak saya pintar-pintar, bersekolah," jelas Lily.
Ia melanjutkan, Vita juga pernah ditawari melanjutkan sekolah oleh Bunda Maya. Bunda Maya adalah orang yang dianggap Vita sebagai orang tua angkatnya.
"Memang Bundanya itu sering nawarin Vita sekolah, tapi jangan sampai cuma iming-iming saja," kata dia.
Lily mengatakan Bunda Maya itu pernah menyampaikan maksudnya untuk menyekolahkan Vita itu secara langsung kepadanya.
"Kalau memang niatnya baik, silakan. Saya malah senang, tapi maunya saya, ya sekolahkan di Jakarta saja, biar saya bisa ketemu. Kalau cuma ke Lenteng Agung kan, saya cukup mengeluarkan ongkos Rp 10 ribu saja sudah bisa bertemu sama anak saya," papar dia.
Soal Bunda Maya, Lily mengatakan bahwa Vita sudah lama mengenalnya. Bahkan, Vita sering menginap di rumah Bunda Maya di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
"Vita itu kalau menginap bisa berminggu-minggu. Ya saya percaya saja karena orangnya baik," kata dia.
Terkait tindakan Maya yang tidak mengabarkan dirinya soal kepergian Vita, Lily menyayangkan hal itu. "Kalau memang dia tahu dan dicegah sama anak saya, kenapa nggak bilang diam-diam saja ke saya. 'Vita ada sama saya, jangan khawatir' seperti itu, kan saya nggak was-was," papar dia.
Lily mengatakan ia tidak ingin hubungannya dengan Maya berakhir buruk akibat peristiwa itu. Namun, Lily menyerahkan urusan itu kepada aparat kepolisian.
"Kalau saya sih orang nggak tahu hukum. Saya terserah polisi mau gimana. Yang penting saya dan Bunda Maya tetap baik," ia memungkaskan.
(mei/gun)










































