"Kekuatan kami 800 orang, massa ada ribuan. Saat itu massa sudah anarki melakukan perusakan, kalau kami tindak nanti disalahkan," kata Kepala Biro Operasi Polda NTB, Kombes Pol Pujiyono Dulrachman, saat dihubungi detikcom, Jumat (27/1/2012).
Karena pertimbangan khawatir dengan kondisi keamanan. Polisi memilih mundur. "Jadi bukan kami melakukan pembiaran, kekuatan massa terlalu besar," tambah Pujiyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden amuk massa di Bima terjadi pada Kamis (26/1). Ribuan massa menuntut izin usaha pertambangan dicabut. Massa membakar Kantor Bupati Bima dan membebaskan tahanan di Rutan Bima.
(ndr/vta)










































