“Awalnya saya dihubungi orang yang mengaku Sekretaris MA menggunakan SMS. Nomor HP-nya 0816644754. Dia mengajak bertemu di Jakarta. Katanya ada sesuatu yang ingin dia sampaikan dan harus bertemu langsung,” ujar seorang Wakil Sekretaris Pengadilan Agama yang tidak disebutkan namanya seperti dilansir situs resmi MA, Jumat (27/1/2012).
Mendapat SMS seperti itu, dia tidak langsung percaya. Menurutnya, mana mungkin pejabat sekelas Sekretaris MA mengajak bertemu seorang Wakil Sekretaris Pengadilan Agama untuk keperluan yang tidak jelas. Dia kemudian berusaha menelusuri identitas si pengirim SMS. Pada saat bersamaan, dia ingin memastikan nomor HP itu benar-benar nomor HP Sekretaris MA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkomunikasi via SMS dengan sosok misterius itu, Wakil Sekretaris Pengadilan Agama menyatakan bersedia meluncur ke Jakarta, asalkan pertemuan digelar di ruang kerja.
“Saya desak ketemu langsung di ruangan. Eh, dia tetap ngotot untuk ketemu di luar saja,” ungkapnya. Dari sini, rasa curiga kian tumbuh.
Lantas Wakil Sekretaris Pengadilan Agama ini minta kejelasan ke Dirjen Badan Peradilan Agama dan dipastikan nomor HP Sekretaris MA bukan 0816644754. "Percakapan via HP itu tidak sampai memperbincangkan soal itu. Tapi indikasi ke arah sana cukup kuat," terangnya.
Aksi penipuan dengan mencatut nama Sekretaris MA bukan sekali ini saja terjadi. Sebelumnya, saat Sekretaris MA dijabat Rum Nessa, aksi penipuan juga kerap terjadi. Hanya, modusnya menggunakan Facebook yang mengatasnamakan Rum Nessa.
"Ada lagi rekan yang tertipu mengirim Rp 15 juta ke akun ini dengan janji akan dimutasi. Sudah cukup korban yang ada, jangan ditambah lagi," tulis situs MA.
(asp/nrl)











































