KPU akan Umumkan Hasil Audit Dana Kampanye Capres

KPU akan Umumkan Hasil Audit Dana Kampanye Capres

- detikNews
Rabu, 28 Jul 2004 11:25 WIB
Jakarta - Menurut rencana, Rabu (28/7/2004) pukul 15.00 WIB nanti, KPU akan mengumumkan hasil audit dana kampanye 5 pasangan capres-cawapres yang dilakukan oleh 5 kantor akuntan publik (KAP).Sesuai SK KPU No 74/SK/KPU/Tahun 2004, pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid diaudit KAP B Bangun & Rekan; Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi oleh KAP Drs Baehaqi & Rekan; Amien Rais-Siswono Yudo Husodo oleh KAP Bambang, Sucipto Ngumar & Rekan; Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla oleh KAP Tjahjo, Machjud Modopuro & Rekan; serta Hamzah-Haz Agum oleh KAP Rodi Kartamulja, Budiman & Rekan.Audit dilakukan terhadap laporan dana kampanye pasangan calon yang merupakan laporan konsolidasi dana kampanye yang diselenggarakan oleh tim kampanye pusat, tim kampanye provinsi, dan kabupaten/kota.Hasil audit ini penting karena jika ditemukan penyimpangan, maka capres bisa didiskualifikasi. Undang-Undang No 23/2003 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) menyatakan ada tiga hal penyebab diskualifikasi itu.Pada Pasal 45 ayat (1) dinyatakan pasangan calon dilarang menerima sumbangan dari negara asing, lembaga swasta asing, LSM asing, dan warga negara asing. Selain itu, diskualifikasi juga dilakukan bila pasangan calon menerima sumbangan dari BUMN/BUMD dan penyumbang yang tidak jelas identitasnya.Audit yang dilakukan KAP yang ditunjuk KPU tidak bersifat general audit (audit umum) sehingga bisa dinilai apakah laporan dana kampanye itu wajar atau tidak. Laporannya bersifat special audit (audit khusus) yang hanya bisa menilai apakah laporan itu terkonfirmasi atau tidak. Nah, bila laporan tidak terkonfirmasi, KPU bisa meneruskan ke Panwaslu atau pihak lain.Dan karena dari kelima capres itu telah tersaring SBY dan Mega yang lolos ke pilpres putaran II, maka tentu saja lebih menarik mengamati hasil audit KAP pada dana kampanye mereka. Temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dilansir beberapa pekan lalu menunjukkan bahwa penyumbang dana kampanye mereka di antaranya adalah siluman, alias fiktif belaka.Bagaimana hasil audit itu nanti? Apakah ada yang terancam didiskualifikasi? Kita tunggu nanti sore! (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads