"Sekarang, fasesnya keluar sendiri. Tumpah ke baju. Kalau sedang bermain-main, teman-temannya pada teriak-teriak 'kamu membawa apa'," kata Ketua Perlindungan Anak Kupang, Eben Liutto saat berbincang dengan detikcom, Kamis (26/1/2011).
Sadokta merupakan anak tunggal dari ayah Dominggu Taopan yang tinggal di kampung miskin Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia hidup serumah dengan anjing dan babi di rumah papan yang tidak sehat. Untuk menuju rumahnya dibutuhkan waktu 2 jam perjalanan darat dari Kupang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna mendapatkan operasi anus buatan, Rumah Sakit terdekat adalah di RS Dr Sutomo, Surabaya. Sedikitnya dibutuhkan Rp 30 juta untuk membuat cara buang air besar Sadokta kembali normal.
"Bagi donator, kami harap langsung memberikan bantuannya berupa pengobatan rumah sakit. Kami harap jangan dengan uang cash, takut terjadi hal yang tak diinginkan," ujar Eben.
(asp/anw)











































