Wapres: Kampung Bersih Berawal dari Inisiatif Warga

Wapres: Kampung Bersih Berawal dari Inisiatif Warga

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2012 16:23 WIB
Wapres: Kampung Bersih Berawal dari Inisiatif Warga
Surabaya - Kampung Margorukun di Bubutan, Surabaya, sempat dikenal sebagai daerah 'angker'. Bukan karena hal-hal mistis, melainkan karena kondisinya yang kumuh dan angka kriminal yang cukup tinggi.

Selain warga kampung itu sendiri, jarang sekali warga dari daerah lain mau melintas di perkampungan yang terletak persis di tepi rel Stasiun Turi. Warga di kampung tersebut terkesan sangat 'dingin'.

Namun, wajah kampung itu kini telah berubah. Sejak tahun 2007, kampung yang memiliki sepuluh RW itu kini sudah asri dan bersih. Rumah sudah tertata rapi, dan dipenuhi tanaman-tanaman hijau yang menyegarkan mata saat memandang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat wartawan berserta rombongan Wakil Presiden Boediono bersama ibu Herawati Boediono berkunjung ke kampung tersebut, semua warga menyambut hangat. Tidak tersirat kesombongan di wajah mereka.

"Tadi kita sudah saksikan sendiri ya (kampung Margorukun). Saya terkesan," ungkap Boediono sumringah kepada wartawan usai melakukan peninjauan di RW 10 Margorukun, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

Selain bersama istri, dalam kunjungan kerjanya kali ini Boediono turut didampingin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dan Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya. Warga di kampung itu, kini mengolah sampah yang mereka hasilkan setiap harinya menjadi lebih berguna.

Beberapa yang bisa didaur ulang mereka buat menjadi kerajinan yang sudah diekspor hingga ke luar negeri. Di kampung ini juga memilik bank sampah. Berbeda dengan bank biasanya, di bank itu warga yang mengumpulkan sampah justru akan mendapatkan deposite tabungan.

Keberhasilan Kampung Margorukun merubah kondisi lingkungannya menjadi lebih baik, menurut wapres tak lepas dari adanya satu sistem kerja sama yang baik antar warga. Karena menurutnya, mengubah wajah satu perkampungan tidak bisa hanya itikad dari pemerintah saja, tanpa peranan masyarakatnya sendiri.

"Tampaknya sistem itu sistematis, ada berlanjut.Tidak hanya berumur beberapa waktu, lalu runtuh. Karena sistemnya terkait satu sama lain dan putaran dari kegiatan itu nyambung satu dengan yang lain," katanya.

"Tapi di balik itu ada suatu mekanisme sosial yang bagus sekali. Tampaknya campur tangan pemerintah kota, antara warga dan LSM itu nyambung, masing-masing menempatkan dirinya dalam kerja sama yang bagus," tambahnya.

Boediono berharap apa yang dilakukan penduduk kampung Margorukun ini bisa ditiru kampung-kampung lainnya yang ada di seluruh Indonesia. Ia berjanji jika niat dan tekad itu ada dari masyarakat, tentu pemerintah siap mendukung.

"Apakah ini akan bs dicontoh di tempat lain, ini yang perlu kita pelajari. Yang terpenting untuk kebersihan lingkungan, landasannya harus dari masyarakat dan pemerintah hanya memfasilitasi, mendukung. Karena inisiatif ini memang akhirnya di tangan masyarakat," tandas pria berkacamata ini.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya juga mengaku tak percaya dengan inisatif warga kelurahan Gandih. Menurutnya, semua daerah harus bisa menerapkan teknologi pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang memilik manfaat.

"Itu yang sedang kita pelajari, gimana inisatif warga Surabaya itu bisa dikembangkan di kota-kota lain termasuk Jakarta," jelas Kambuaya.

Kambuaya sangat terkesan dengan metode bank sampah yang digunakan mengajak warga selalu menjaga kebersihan lingkungannya. Ia pun berharap dalam 10 sampai 20 tahun ke depan pola pikir masyarakat Indonesia untuk disiplin tidak membuang sampah sembarangan bisa diterapkan dengan rasa kesadaran.

"Hal yang kita sangat mendorong pertama adalah yang namanya bank sampah itu, di Jakarta kita juga sangat mendorong itu, agar masyarakat terdorong bergerak cepat dan protec terhadap kebersihan lingkungan. Caranya, bisa dimulai dengan dibangunnya organisasi, mulai dari kelurahan untuk mengerahkan itu (menjaga kebersihan lingkungan) dan pemerintah siap memfasilitasi," tegasnya.

Wapres berserta rombongan juga menyempat diri mengunjungi beberapa rumah warga dan melakukan dialog. Wapres juga mengunjungi pemanfaatan biogas yang merupakan salah satu inisiatif warga setempat.


(lia/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads