"(Kapal itu) untuk wilayah Lantamal IV, Tanjung Pinang," kata Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Soeparno di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/01/2012).
Menurut Soeparno, pemilihan Tanjung Pinang karena wilayah tersebut kepulauan. Untuk itu Kapal Pintar yang akan mendatangi anak-anak di sana. "Kalau di Jakarta kan rumah pintar," tambah Soeparno.
Kapal pintar merupakan program perpustakaan bergerak yang dilengkapi buku-buku pengetahuan dan alat peraga. Kapal itu ditujukan untuk anak usia dini hingga sekolah menengah atas (SMA) di wilayah yang selama ini belum terjangkau secara maksimal.
Lantamal IV adalah salah satu Komando Pelaksana di jajaran Komando Armada RI di kawasan barat. Kawasan itu memiliki wilayah kerja meliputi Provinsi Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat. Rencananya kapal pintar ini juga akan dibuat untuk kawasan Indonesia timur.
"Saya kira akan lebih penting untuk ditambah. Kalau kita sebetulnya siap aja tergantung yang memberikan," tutur Soeparno saat ditanya kapan waktu penambahan.
Kapal yang berukuran 22 meter itu diharapkan dapat beroperasi dalam waktu dekat. Dengan demikian, anak-anak di daerah terpencil dapat segera mengenyam ilmu pengetahuan dan teknologi yang setara dengan daerah lainnya.
"Mudah-mudahan masyarakat terpencil tidak gagap teknologi, tidak gagap ilmu pengetahuan," harap Soeparno.
Pengadaan kapal pintar ini merupakan kerja sama antara TNI AL dan PT Bank Mandiri. Perjanjian kerja sama itu ditandatangi oleh Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal), Laksamana Pertama TNI Sugianto Suwardi dan Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Pahala Nugraha Mansury.
Dalam kerja sama itu, Bank Mandiri menghibahkan Rp 1,5 miliar kepada TNI AL untuk membangun satu unit Kapal Pintar. "Intinya kita memberikan hibah sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan kapal pintar yang nantinya akan digunakan khususnya di Indonesia bagian barat," kata Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Pahala Nugraha Mansury, usai penandatanganan.
Hibah itu diberikan bukan dalam bentuk tunai. Namun, digunakan untuk pembangunan kapal sehingga nantinya yang diberikan dalam bentuk kapal jadi.
"Insya Allah seperti itu (Kapal jadi)," tambah Pahala.
Senada dengan Soeparno, Pahala pun berharap program ini juga dapat berlanjut ke Indonesia bagian timur. Namun, hal itu perlu pembicaraan lebih lanjut dengan pihak TNI AL.
"Kalau misalnya ini kita gunakan di Indonesia bagian barat, mungkin selanjutnya Indonesia bagian timur," tandas Pahala.
(nal/nal)











































