Pantauan reporter detikcom di ruang rapat baru DPR di lantai 2 Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1/2012), ruang rapat baru seharga Rp 20 miliar ini dalam kondisi terkunci. Ruang rapat baru Banggar DPR ini memang belum digunakan sama sekali.
Diintip dari celah sempit di kaca depan ruang Banggar, tampak kursi ruang pimpinan Banggar yang masih ditutup plastik. Lampu pun tak ada yang dinyalakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun terlihat 9 kursi jati dengan pernis mengkilat terlihat ditata rapih di atas meja kayu di depan ruang baru Banggar DPR. Tepatnya diantara ruang rapat Komisi I, III dan VIII DPR. Menurut pengakuan staf Komisi III DPR, kursi tersebut baru didatangkan tadi pagi dari Jepara.
Kursi ini terhitung cukup sederhana, meskipun terlihat kokoh dengan bahan kayu. Bagian sandaran kursi berbentuk jeruji kotak lebar, sementara dudukan kursi empuk dilapisi kain tebal warna emas. Semuanya masih dibungkus plastik bening dan dilengkapi stempel berlogo produk Indonesia.
Apakah ini adalah kursi baru anggota Banggar DPR?
BK DPR belum memastikan hal ini, namun BK yakin sekali Sekjen DPR mengganti kursi impor berbahan plastik warna hitam dengan kursi lokal berbahan kayu jati.
"Saya kira memang akan diganti kursi lokal, karena memang rapat memutuskan mengganti kursi impor Jerman dengan produk lokal berkualitas," ujar Wakil Ketua BK DPR, Siswono Yudho Husodo, kepada detikcom.
Kursi ruang Banggar DPR memang sangat mahal. 178 unit kursi ini diimpor dari Jerman dengan total harga Rp 4 miliar. Kalau diganti kursi kayu buatan Jepara apakah lebih murah?
"Oh tentu saja," kata Siswono.
(van/lh)










































