Semula, aksi puluhan ribu warga itu hanya berniat menduduki kantor Bupati Bima. Namun warga mulai marah, ketika kedatangan mereka dihadang aparat kepolisian dan Polisi Pamong Praja. Massa aksi lalu mendobrak gerbang kantor Bupati dan menerobos masuk. Warga mengamuk, dan mulai membakar kantor.
Informasi yang dihimpun detikcom, massa aksi datang selepas dzuhur. Mereka datang bergelombang. Semula aksi hanya diikuti sedikitnya 400 orang. Selang 30 menit kemudian, sedikitnya seribu orang massa aksi datang bergabung menggunakan sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selang satu jam, massa aksi mengamuk, dan mulai membakar kantor bupati, dan juga kantor KPUD Bima yang letaknya bersebelahan. Api berkobar cepat, ditunjang pula dengan hembusan angina kencang.
Idrus, seorang saksi mata yang dihubungi detikcom mengatakan, api masih berkobar hebat. Namun kantor Bupati Bima sudah ludes. Atapnya sudah ambruk.
"Jarak pandang kita sekarang terbatas. Soalnya asap hitam pekat. Dari jauh asap hitam terlihat, karena membumbung tinggi sekali," katanya.
Belum didapat apakah ada korban jiwa dalam aksi pembakaran ini. Namun pembakaran terjadi saat kantor tengah memasuki jam istirahat.
Informasi lain menyebutkan, aparat kepolisian dan pol PP turut berlari menyelamatkan diri, saat aksi pembakaran dilakukan.
(anw/anw)











































