"Vagina dia agak turun ke bawah dan berdekatan sekali dengan anusnya. Sejak lahir dia begitu. Kalau BAB, BAB-nya juga keluar lewat vaginanya," ujar ibunda Faiyasa, Rusmini, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (26/1/2012).
Tak lama setelah lahir, dokter membuat semacam anus di dinding perut Faiyasa atau kolostomi. Dengan demikian, feses bisa langsung keluar dari ujung usus besarnya dan ditampung di kantong kolostomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika berumur sekitar 1-2 bulan, Faiyasa juga menjalani bedah lantaran paru-parunya tinggi sebelah. Saat itu jugalah dinding perut bayi itu dilubangi untuk menjalankan fungsi anus.
"Biayanya pakai Jamkesda. Tapi ada obat dan alat yang tidak ditanggung Jamkesda, terpaksa utang dulu ke RS. Utang saya di RS Fatmawati masih Rp 1,7 juta. Untuk sehari-hari pinjam kanan kiri karena bapaknya anak-anak cuma buruh lepas, tukang bangunan," terang perempuan kelahiran Gombong, Jawa Tengah, ini.
Menurut dia, Faiyasa harus menjalani penyambungan usus untuk memudahkan BAB. Selain itu, posisi lubang vagina bayi itu juga akan diperbaiki.
"Untuk sambung alat usus dan bikin lubang vagina katanya setidaknya butuh Rp 3,5 juta. Sekarang ini kalau kontrol di RS saya nggak bayar. Cuma kan butuh ongkos, jadi saya pinjam-pinjam tetangga. Minta bantuan ke RT juga," lanjut Rusmini.
Dia berharap buah hatinya itu bisa menjalani kehidupan normal dan sehat seperti anak-anak lainnya. "Saya mohon kalau ada yang berkenan membantu anak saya, kami sangat berterimakasih. Saya tidak bisa balas, tapi semoga Allah yang balas," ucap Rusmini.
Rusmini dan suaminya harus menanggung 2 kakak Faiyasa. Anak sulungnya bahkan akan segera mengikuti ujian nasional SMP. Mereka juga harus menanggung hidup ibunda Rusmini yang sudah tua dan tunarungu. Beban mereka ditambah dengan pemberi piutang yang mulai menagih-nagih pinjaman. Sedangkan tulang punggung keluarga hanya suami Rusmini seorang. Beban itulah yang terkadang membuat Rusmini tidak fokus.
Rusmini dan suaminya tidak memiliki nomor rekening. Jika Anda berniat menyalurkan bantuan, bisa datang langsung ke rumah yang bersangkutan di Jl Pramuka RT 03/ 11 Mampang, Depok, Jawa Barat. Anda juga bisa menghubungi Rusmini di nomor: 08568440920.
(vit/nrl)
