Bentrok Warga di Maluku, Tangan Polisi Nyaris Putus

Bentrok Warga di Maluku, Tangan Polisi Nyaris Putus

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2012 11:16 WIB
Ambon - Seperti tak habis-habisnya. Bentrok antar negeri (desa) tetangga di Maluku kembali bergolak. Kali ini, bentrok terjadi antara warga Negeri Siri Sori Sarane dengan warga dari Desa Ulath, Kecamatan Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (26/1/2012) dini hari tadi. Jarak dua desa ini hanya dipisahkan Negeri Siri Sori Islam.

Saling serang terjadi antar kedua warga negeri ini. Bahkan sampai dini hari tadi kondisi dua desa masih tegang meski tidak terlihat lagi kosentrasi massa. Aparat keamanan dari TNI dan Polri sudah diturunkan di perbatasan kedua desa. Upaya mediasi juga telah dilakukan untuk mendamaikan pertikaian tersebut.

Pertikaian warga yang nyaris melebar itu dipicu oleh kesalahpahaman antara Brigadir Alence Yohanes dengan kelompok pemuda asal Siri Sori Amalatu. Awalnya istri Alence Yohanes yang melewati jalur Desa Siri Sori tepatnya di kawasan Waehenahia, dicegat sekelompok pemuda desa itu. Waehenahia merupakan daerah perbatasan antara Desa Siri Sori Amalatu dengan Desa Ulath.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut para pemuda itu, daerah mereka tidak boleh dimasuki orang luar, karena dianggap masih belum aman terkait bentrok tersebut. Tidak terima dengan pencegatan itu, istri anggota Polsek Saparua ini menghubungi suaminya melalui telepon seluler, sekaligus minta dijemput. Selang beberapa menit datanglah Yohanes.

Tidak tahu siapa duluan yang memulai, tiba-tiba terjadi perang mulut antara kelompok pemuda di Waehenahia dengan anggota Polsek Saparua itu. Merasa tak dihargai, Yohanes emosi. Parang pun melayang ke arah Yohanes. Dia lantas menangkis tebasan parang itu dengan tangan kirinya. Tangan Yohanes nyaris putus. Mendengar Yohanes diserang, sekelompok warga Desa Ulath, datang menuntut balas. Yohanes berasal dari Desa Ulath. Untung aparat keamanan berhasil mencegah amukan massa yang nyaris memasuki Desa Siri Sori Amalatu.

(anw/anw)


Berita Terkait