Pantauan detikcom, para Ketua MA dan hakim agung berkumpul dalam Judicial Integrity Group dan Regional Workshop bertema 'Integrity Based Judicial Reform' di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2012).
Ada 8 negara ASEAN dan 6 negara Asia Pasifik yang terlibat dan hadir di Hotel Borobudur yaitu Afghanistan, Bangladesh, India, Indonesia, Filipina, Malaysia, Myanmar, Srilanka, Laos, Singapura, Thailand, Timor Leste, Nepal, serta mengundang perwakilan Australia, Belanda, China, Jerman dan New Zealand.
"Topik utama dari acara ini adalah masalah integritas peradilan. Suatu isu yang penting untuk dibicarakan bersama pada saat kita, terutama negara-negara di lingkungan ASEAN menghadapi masalah-masalah kemanusiaan, sosial politik, dan perkembangan ekonomi, yang menuntut lembaga peradilan dapat menjadi problem solver dan memberi rasa keadilan," ujar Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman, memberikan sambutan.
Integritas peradilan, imbuhnya, menjadi tantangan bagi lembaga peradilan di semua negara. Membutuhkan lembaga peradilan yang secara konsisten menjaga nilai-nilai, para hakim yang memegang teguh kode etik profesi untuk menjaga integritas itu.
"Ada sejumlah masalah di dalam lembaga peradilan sendiri yang masih perlu dibenahi. Untuk itu, tidak bisa diserahkan sepenuhnya pada lembaga peradilan. Tapi menjadi masalah bersama yang harus dicarikan solusinya, untuk kemudian dapat dijaga, ditegakkan dan didukung oleh semua pihak, baik oleh negara, masyarakat, pers, termasuk oleh Komisi Yudisial," jelas Eman.
(nwk/vit)











































