Tentukan Masa Kampanye, KPU Minta Masukan Tim Sukses

Tentukan Masa Kampanye, KPU Minta Masukan Tim Sukses

- detikNews
Rabu, 28 Jul 2004 09:08 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan lama masa kampanye pemilihan umum presiden-wakil presiden putaran kedua. Yang sudah pasti adalah kampanye berupa penajaman visi, misi, dan program pasangan calon selama tiga hari.Menurut anggota KPU Anas Urbaningrum, hingga kini belum ada keputusan tentang masa kampanye pilpres putaran kedua. Berdasarkan pasal pasal 35 ayat 10 UU No.23/2003, jadwal dan pedoman kampanye ditetapkan KPU dengan mempertimbangkan masukan dari pasangan calon."Yang sudah pasti tiga hari itu. Penajaman visi dan misi yang difasilitasi KPU. Yang lain, KPU harus mendengarkan masukan dan saran dari pasangan calon. Tapi keputusan akhir di KPU," kata Anas dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (28/7/2004), pagi. Ditanya tentang komentar SBY yang menghendaki masa kampanye diperpanjang, Anas menyatakan KPU sudah merencanakan untuk bertemu tim kampanya capres guna membahas jadwal dan pedoman kampanye."KPU sudah berencana mengundang tim kampanya masing-masing calon. Jadi ada forum resmi, pertemuan konsultasi. Masing-masing tim bisa memberikan pertimbangan. Tapi tentu putusan yang diambil bukan hanya dari pertimbangan tim kampanye saja," jelas Anas.Tentang komentar SBY yang menyatakan masa kampanye yang singkat akan menguntungkan Mega sebagai capres yang masih menjabat sebagai presiden, Anas membantahnya. "KPU tidak memutuskan (masa kampanye) berdasar untung dan rugi."Ditanya tentang desakan sejumlah LSM agar kampanya pilpres putaran kedua digelar selama 30 hari seperti halnya pada putaran pertama, Anas menyatakan KPU akan mempertimbangkanya. " Masukan seperti itu penting dan dihargai. KPU harus berterima kasih pada masukan seperti itu," jawabnya.Ketetapan tentang masa kampanye pilpres putaran kedua, menurut Anas, akan segera ditetapkan setelah KPU melakukan konsultasi dengan tim kampanye Mega-Hasyim dan SBY-Kalla. Namun Anas mengaku belum tahu kapan pertemuan itu digelar. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads