Dalam Pembelaan, Dharnawati Serang Adanya Mafia Anggaran

Dalam Pembelaan, Dharnawati Serang Adanya Mafia Anggaran

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2012 04:51 WIB
Dalam Pembelaan, Dharnawati Serang Adanya Mafia Anggaran
Jakarta - Terdakwa kasus suap pejabat Kemenakertrans, Dharnawati, merasa dirinya hanyalah korban. Nana, begitu biasa disapa, merasa menjadi korban para calo dan mafia anggaran.

"Tapi saat saya ingin membangun Papua, saya dihadapkan dengan dengan kelompok calo proyek yang barbar. Saya dihadapkan dengan mafia anggaran yang mengatasnamakan kementerian," ujar Nana.

Nana yang masih setia dengan pakaian serba hitamnya mengatakan itu dalam nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (25/1/2012) malam. Selama membacakan pembelaan setebal 19 halaman itu, Nana lebih banyak menangis terisak-isak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nana, yang disebut sebagai calon proyek dan mafia anggaran adalah Sindu Malik Pribadi dan Iskandar Prasojo alias Acos. Ia mengaku tak kuasa untuk menolak bujukan mereka. Terlebih lagi, lanjut Nana, kedua orang tersebut seperti memiliki kekuatan untuk menentukan maju tidaknya sebuah proyek.

"Siapa pun yang melihat, akan tunduk dan membungkuk hormat," ucapnya.

"Mereka memaksa untuk membayar komitmen fee 10 persen dan mengancam akan mencoret daerah yang dialokasikan," lanjut Nana lagi.

Meski dinilai berkuasa, Nana mengaku tidak pernah memberi komitmen fee untuk Sindu maupun Acos. Ia juga membantah ada duit untuk Menakertrans Muhaimin Iskandar maupun Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Djamaluddin Malik, melalui I Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan.

"Saya tak pernah berurusan dengan Abdul Muhaimin Iskandar dan Djamaluddin Malik, baik sebagai pribadi maupun sebagai menteri dan Dirjen," tandasnya.

(mok/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini