Angie Tuding Ada Skenario Seret Dirinya Dalam Suap Wisma Atlet

Angie Tuding Ada Skenario Seret Dirinya Dalam Suap Wisma Atlet

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2012 01:27 WIB
Angie Tuding Ada Skenario Seret Dirinya Dalam Suap Wisma Atlet
Jakarta - Nama anggota DPR asal Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh disebut-sebut dalam persidangan kasus suap Wisma Atlet. Angie membantah dirinya terlibat. Dia malah menuding namanya sengaja diseret dalam kasus ini.

"Saya sama sekali tidak paham, kenapa nama saya ditarik-tarik terus dalam kasus Wisma Atlet. Tapi kalau dilihat dari yang keterkaitan dan hubungan, serta latar belakang orang tersebut. Saya paham skenario ini. Tolonglah mereka berkata jujur: Bahwa saya tidak ada urusan di Wisma Atlet. Dan mereka sangat paham," ujar Angie seperti dituturkan sahabatnya Kahfi Siregar kepada detikcom, Rabu (25/1/2012).

Angie mengaku tidak pernah bicara soal Wisma Atlet pada Nazaruddin dan Yulianis. Dia juga membantah meminta fee atau menerima suap dalam pembangunan proyek tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tolong jangan diskenariokan dan direkayasa cerita-cerita ini. Sehingga publik percaya pada statement-statement mereka. Ini jelas-jelas diskenariokan dengan matang," tuding mantan Putri Indonesia ini.

Angie pun yakin dirinya aman dari jerat hukum karena tidak bersalah. "Saya yakin KPK tidak akan memasukkan orang yang tidak terlibat di kasus Wisma Atlet, karena KPK akan profesional dan adil," tutupnya.

Sebelumnya nama Angelina Sondakh kembali disebut-sebut dalam persidangan Nazaruddin. Eks kasir M Nazaruddin di Permai Group, Yulianis, menyebut Angie meminta uang Rp 5 miliar. Yulianis mengaku pernah ditelepon oleh staf Angie, Jefri, tentang penerimaan uang Rp 2 miliar dan Rp 3 miliar.

"Saya pernah ditelepon oleh Jefri. Kata Ibu Rosa, itu staf Ibu Angie, untuk penerimaan uang Rp 2 dan Rp 3 miliar. Saya bilang ke Ibu Rosa waktu itu soal permintaan ini. Beliau (Rosa) setuju, baru uang itu bisa keluar," kata Yulianis saat bersaksi di sidang Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

(rdf/nvc)


Berita Terkait