DPR Tak Mau Jadi Kambing Hitam Proyek Komplek Parlemen

DPR Tak Mau Jadi Kambing Hitam Proyek Komplek Parlemen

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2012 18:50 WIB
Jakarta - DPR RI tak mau jadi kambing hitam yang disalahkan masyarakat menyangkut proyek-proyek di komplek parlemen, Senayan, Jakarta. Karena itulah BURT akan dipisahkan dari alat kelengkapan dewan.

Saat ini Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) menjadi bagian dari alat kelengkapan dewan. BURT menjadi satu kesatuan dengan DPR dalam hal perencanaan anggaran proyek di komplek parlemen bersama Banggar dan Kesekjenan DPR.

Ketua BURT DPR menurut UU Parlemen dipegang oleh Ketua DPR Marzuki Alie yang kemudian dalam perjalanan jarang mengikuti rapat karena kesibukannya. Alhasil, BURT pun meloloskan ruang Banggar Rp 20 miliar tanpa sepengetahuan semua pimpinan BURT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu BK memandang BURT perlu dipisahkan dari DPR. Sehingga selanjutnya urusan rumah tangga DPR dipisahkan dengan tugas DPR, alias dijalankan sepenuhnya olek Kesekjenan DPR.

"Saya yakin Marzuki Alie pun sebenarnya tidak mau jabatan BURT. Ini perlu dibahas, dan ke depan BURT bukan kewenangan anggota dewan lagi, karena nantinya DPR akan terus jadi kambing hitam dan jadi masalah yang sistemik," tutur Ketua BK DPR, M Prakosa, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2012).

Prakosa berharap kelak BURT tak lagi menyatu dengan DPR. Sehingga proyek renovasi di lingkungan perlemen tidak merusak citra DPR.

"Selama ini lucu memang parlemen kita. Sudah tahu posisi strategis pimpinan DPR itu sangat sibuk, diberi lagi kerjaan BURT," jelas Prakosa.

(van/did)


Berita Terkait