Saat ini Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) menjadi bagian dari alat kelengkapan dewan. BURT menjadi satu kesatuan dengan DPR dalam hal perencanaan anggaran proyek di komplek parlemen bersama Banggar dan Kesekjenan DPR.
Ketua BURT DPR menurut UU Parlemen dipegang oleh Ketua DPR Marzuki Alie yang kemudian dalam perjalanan jarang mengikuti rapat karena kesibukannya. Alhasil, BURT pun meloloskan ruang Banggar Rp 20 miliar tanpa sepengetahuan semua pimpinan BURT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin Marzuki Alie pun sebenarnya tidak mau jabatan BURT. Ini perlu dibahas, dan ke depan BURT bukan kewenangan anggota dewan lagi, karena nantinya DPR akan terus jadi kambing hitam dan jadi masalah yang sistemik," tutur Ketua BK DPR, M Prakosa, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2012).
Prakosa berharap kelak BURT tak lagi menyatu dengan DPR. Sehingga proyek renovasi di lingkungan perlemen tidak merusak citra DPR.
"Selama ini lucu memang parlemen kita. Sudah tahu posisi strategis pimpinan DPR itu sangat sibuk, diberi lagi kerjaan BURT," jelas Prakosa.
(van/did)










































