"Keterangan itu sedang kita cek dan buktikan dengan keterangan pelapor," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab, di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Rabu (25/1/2012).
Untung mengatakan, kasus itu baru dilaporkan ke polisi setelah dua hari pemerkosaan terjadi pada 19 Januari. JM juga mengaku dipukul sampai pingsan. "Visumnya harus kita tentukan, bener tidak nih," katanya.
JM awalnya mengaku pemerkosaan itu berlangsung di dalam angkot. Kemudian dia meralatnya dan menyatakan terjadi di pinggir rel yang ada di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. "Terus dia telepon sama temen laki-laki lain, kita selidiki siapa dia ini," katanya.
Untung menjelaskan, polisi tidak bisa menjaga Jakarta secara keseluruhan. Sebab itulah kepolisian bekerja sama dengan masyarakat utuk mengamankan Jakarta. "Ini polisi kurang dari 9 ribu lebih di Polda. Jadi semua bertanggung jawab," katanya.
Untung mengatakan, polisi punya keterbatasan dalam melakukan pengamanan. Sebab itulah pengamanan dilakukan secara bersama-sama. "Jadi mari kita beri informasi yang cerdas ke masyarakat," katanya.
Untung menjelaskan, pemetaan daerah rawan asusila tidak bisa dipetakan karena kasus-kasus asusila bisa terjadi dimana-mana. "Ini tidak bisa dipetakan seperti itu, karena di mana saja bisa terjadi," katanya.
(nal/nrl)











































