"Itu (kereta api bandara) diharapkan 2013 target selesai. Sekarang yang dilakukan di lapangan adalah kita melakukan pembangunan jalur ganda di antara Stasiun Duri-Tangerang kemudian nanti akan diteruskan Tangerang ke Bandara," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono.
Hal itu disampaikan Bambang dalam acara Seminar Nasional Perkeretaapian di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (25/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan rel ganda ini diharapkan akan selesai dalam kurun waktu 1-1,5 tahun. Selain itu stasiun sebelum dan di Tangerang sedang ada studi akhir oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), termasuk masalah pembebasan lahan di wilayah sekitar bandara.
"Pembebasan lahan oleh PT KAI nanti. Diharapkan PT KAI, yang lima kilometer itu ya, karena dari lima kilometer itu sekitar 3 kilometeran adalah tanah dari Angkasa Pura. Jadi pembebasannya sekitar dua kilometer. Target pembebasan lahan harus kelar tahun ini," jelasnya.
Kebutuhan kereta juga akan dihitung, yang jelas Kemenhub menginginkan kereta bandara berangkat setiap 15-30 menit. Kemenhub juga merencanakan stasiun-stasiun mana yang akan disinggahi.
Untuk harga tiket, Bambang mengatakan tiketnya terjangkau. "Tiketnya terjangkaulah, bisa berkompetisi dengan angkutan yang ada sekarang," tuturnya.
KA Bandara Denpasar & Medan
Selain membangun KA bandara di Jakarta, Kemenhub juga merencanakan pembangunan kereta bandara menuju Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara (Sumut) serta menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
"Pembangunan jalur kereta perkotaan, jalur KA menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan Pantai Kuta, Sanur dan Tanah Lot. Kemudian pembangunan jalur yang menghubungkan Bandara dengan Denpasar, Mengwi, dan Sukowati," papar Bambang.
(nwk/nrl)











































