"Kita ingin agar advokat itu bisa bersatu. Dan semoga Ketua MA yang baru tidak lagi memberlakukan wadah tunggal advokat. Kasihan advokat-advokat tidak bersatu dan menghadapi masalah ini terus," kata Todung usai mengikuti acara di kantor Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, (25/1/2012).
Secara umum, Todung berharap Ketua MA baru bisa membawa reformasi hukum di tubuh MA lebih maksimal. Selain itu juga bisa menjadi panglima dalam penegakan hukum.
"Kalau pemilihan Ketua MA, itu kan urusan hakim agung. Harapan, kita harap cuma Ketua MA yang baru menegakkan reformasi hukum dan bisa lebih maksimal dalam penegakan hukum," kata mantan anggota Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) ini.
Todung juga mengakui pemilihan yang tertutup mengakibatkan publik tidak bisa memberikan masukan apapun ke MA. Oleh karenanya, dia tidak memberikan dukungan apapun kepada salah satu calon.
"Kita terikat dan dukung personalnya. Tapi yang penting bisa menegakkan reformasi hukum," ungkap Todung.
Seperti diketahui, MA akan memilih Ketua MA baru seiring pensiunnya Ketua MA Harifin Tumpa per 1 Maret 2012 nanti. Pemilihan akan dilangsungkan pada 8 Februari 2012 dengan jumlah pemilih 54 hakim agung. Sebanyak 9 hakim agung yang memiliki jabatan struktural masuk bursa kontestansi ini.
(asp/anw)











































