"Saya sudah sampaikan, bagi saya politik adalah pengabdian, bukan ambisi. Saya masuk politik untuk mengabdi, bukan untuk membuat masalah," kata Marzuki kepada detikcom, Rabu (25/1/2012). Marzuki ditanya apakah masih berambisi menjadi Ketum PD.
Marzuki pun akan mematuhi apapun keputusan SBY. Yang jelas, dia tak akan mendambakan posisi ketum PD yang pernah dikejarnya dalam Kongres Bandung tahun 2010 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun membantah ada rivalitas di internal PD sampai saat ini. Dia sendiri berharap keputusan SBY nantinya membuat PD semakin solid.
"Tidak ada dukung mendukung, Anas adalah kader PD, semua sayang dengan Anas apalagi dibilang rivalitas, itu tidak benar. Di internal partai tidak ada rivalitas, kita semua mendukung hasil kongres, kita sebagai pejuang partai bersama-sama pendiri partai ikut membangun dan berjuang dalam pemilu sejak 2004 tidak mau partai ini terpecah belah, apalagi banyak kader baru yang tidak paham dengan perjuangan partai," jelasnya.
(van/did)











































