"Saya menyimak betul evaluasi akhir tahun 2011 termasuk refleksinya, termasuk evaluasi yang muncul awal tahun, tentang kemarahan, ketidaksabaran dan kritik masyarakat menyangkut 'kok masih ada saja korupsi di negeri kita'. Saya menerima kritik atau saya bisa memahami kemarahan atau ketidaksukaan rakyat itu," ujar SBY.
Hal itu disampaikan SBY saat membuka dialog dengan dengan puluhan pegiat antikorupsi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (25/1/2012). Hadir dalam acara Mensesneg Sudi Silalahi, MenkoPolhukam Djoko Suyanto, Menkum HAM Amir Syamsuddin, Ketua KPK Abraham Samad, Ketua PPATK Muhammad Yusuf, Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief.
SBY berharap jajaran penegak hukum juga bisa menerima kritik dari masyarakat tersebut. "Agar jadi cambuk bagi kita untuk berbuat lebih baik lagi di tahun ini dan tahun-tahun mendatang," tutur SBY.
SBY mengatakan, forum dialog saat ini juga ingin mendengarkan kritik dan usulan dari para pegiat antikorupsi. Dia mengatakan, kritik dan usulan tentu berguna bagi semua upaya untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi.
"Dan dalam banyak hal justru kritik dan usulan yang saudara kemukakan pada forum yang tepat itu menjadi lebih efektif," katanya.
(lrn/did)











































