Ini Penjelasan Polisi Soal 2 Hasil Tes Urine Afriyani Cs yang Berbeda

Ini Penjelasan Polisi Soal 2 Hasil Tes Urine Afriyani Cs yang Berbeda

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2012 10:49 WIB
Ini Penjelasan Polisi Soal 2 Hasil Tes Urine Afriyani Cs yang Berbeda
Jakarta - Polisi sempat berucap bahwa hasil tes urine pada Afriyani Susanti Cs negatif narkoba. Namun kemudian, polisi meralatnya. Ternyata hasil tes kedua yang dilakukan keempat pengemudi dan penumpang Xenia itu positif narkoba. Kenapa bisa berbeda?

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Dwi Sigit Nurmantyas menjelaskan soal perbedaan hasil tes itu. Hasil tes urine pertama negatif karena tidak dilakukan dengan alat yang canggih. Sigit mengatakan, dirinya sempat menaruh curiga dengan hasil tes yang negatif itu, mengingat jumlah korban yang fantastis dan kerusakan cukup parah pada kendaraan.

"Saya curiga dengan hasil tes urin yang pertama ini karena kalau dilihat, mobilnya hancur, korbannya belasan, pasti pelaku sedang terpengaruh sehingga saya meminta dilakukan tes yang kedua kalinya. Tes yang kedua ini menggunakan alat yang canggih, sehingga hasilnya ternyata positif," jelas Sigit saat dihubungi wartawan, Rabu (25/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sigit menyampaikan, hasil tes urine pertama terhadap Afriyani dan kawan-kawannya dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Saat itu, keempatnya diantar ke RS Polri oleh petugas lalu lintas.

"Tes yang kedua dilakukan di Polda Metro Jaya dan hasilnya ternyata positif," ujarnya.

Sementara Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji menyampaikan hal berbeda. Menurutnya, perbedaan hasil tes urine pada keempat penumpang Xenia dikarenakan pada awal tes tidak dilakukan tes dengan reagen methamphetamine.

"Pemeriksaan urine itu ada bermacam-macam reagen. Mungkin pemeriksaan pertama belum dilakukan metamphetamin," ujar Nugroho saat ditemui secara terpisah.

Pemeriksaan urin, lanjut Nugroho, dilakukan dengan berbagai reagen seperti cannabis, amphetamine dan methamphetamine.

"Saat pemeriksaan pertama di RS Kramat Jati tidak dilakukan pemeriksaan metamphetmine," katanya.

Mengapa tidak dilakukan pemeriksaan methamphetamine saat itu? "Belum semua, nah di sini kita lakukan metamphetamine," jawabnya.

Dari hasil tes urin kedua, Afriyani dan kawan-kawannya positif mengandung zat methamphetamine. Adapun, yang mereka konsumsi adalah narkotika jenis ekstasi.

"Bukan sabu. Sebenarnya, yang mengandung methamphetamine itu tidak harus melulu sabu, tapi ekstasi juga," katanya.

Lalu bagaimana polisi tahu kalau zat methampetamine yang terkadung pada urin keempat tersangka berasal dari ekstasi? "Ya hasil tesnya begitu," katanya tanpa menjelaskan secara detil.

Kendati hasil tes urin keempatnya positif mengandung zat methampetamine, namun pihak kepolisian akan melakukan tes darah keempat tersangka guna lebih meyakinkan lagi. Tes darah akan dilakukan di Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Tes darah juga untuk cek lagi. Tapi kalau urinenya positif, tes darah juga positif," tandasnya.

Seperti diketahui, Daihatsu Xenia bernopol B 7249 XI yang dikendalikan oleh Afriyani menabrak 12 pejalan kaki di trotoar depan kantor pelayanan pajak (sebelumnya ditulis Kementerian Perdagangan) pada Minggu (22/1) siang lalu. Saat peristiwa kecelakaan tragis terjadi, Afriyani masih terpengaruh obat-obatan dan alkohol sehingga menyebabkan kehilangan kendali hingga menginjal pedal gas di atas batas kecepatan maksimum berkendara di dalam kota.

Sembilan pejalan kaki tewas dalam kecelakaan tersebut, sementara tiga lainnya luka-luka dan saat ini masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

(mei/ndr)


Berita Terkait