"Saya kenal baik dengan beliau. Dia termasuk yang tidak mudah kompromi, terutama dalam kasus korupsi," kata Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY), Imam Anshori Saleh, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (25/1/2012). KY adalah lembaga tinggi negara pengawas hakim/MA.
Namun, karena tidak kenal kompromi ini, Artidjo kabarnya tidak terlalu diterima dalam pergaulan sesama hakim agung. Menanggapi hal ini, Imam tidak mau menjawab secara tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun 2 hakim agung lainnya yang mempunyai kans besar adalah Ketua Muda Pengawasan Hatta Ali dan Wakil Ketua MA bidang Non Yudisial Ahmad Kamil. "Kalau Pak Hatta, jam terbangnya sudah tidak diragukan lagi," beber mantan politisi PKB ini.
Meski demikian, siapa pun yang terpilih menjadi Ketua MA, Imam berharap ketua baru nanti bisa menjadikan MA sebagai lokomotif pembangunan peradilan di Indonesia.
"Kami berharap mereka yang senior, yang artinya cukup berpengalaman sebagai hakim agung dan punya konsep, dapat menjadikan MA sebagai lokomotif pembangunan pengadilan," ujar mantan wartawan senior ini menyudahi pembicaraan.
(asp/nrl)











































