Informasi ini dibenarkan Sekretaris Penanggulangan Bencana Daerah (BPMD) Provinsi Maluku, M. Kipli Wakano. “Kami dapat info dari tim SAR yang tengah melakukan pencarian, Rabu (25/01/2012), pagi ini,” ujarnya pada detikcom.
Setelah menerima informasi itu, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi tersebut. "Kami akan baru memberikan kebenaran informasi ini setelah tim SAR kembali,” ungkap Wakano.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya harap supaya apa yang telah diinformasikan kepada kami itu adalah benar, sehingga korban tersebut bisa segera dievakuasi,” tandas Wakano.
Untuk diketahui, speedboat Inarissa tenggelam akibat dihantam angin dan gelombang besar, Sabtu pekan lalu di perjalanan saat bertolak dari pelabuhan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah menuju pelabuhan Kamariang, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Dari 20 penumpang, lima orang hingga kini masih dinyatakan hilang, 4 sudah ditemukan tewas dan 11 lainnya selamat.
Tak Ada Izin Berlayar
Sementara itu, Pelaksana Harian (PLH) Kepala Pelabuhan Tulehu, Herhap Tuasun, mengatakan, Speedboat Inarissa yang tenggelam tidak memiliki izin berlayar.
“Setelah kami melakukan pemeriksaan dokumen speedboat dari pemiliknya di Desa Kamariang Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), ternyata Speedboat Inarissa itu tidak memiliki izin berlayar,” tandas Tuasun.
Berdasarkan informasi yang beredar, Nakhoda Speedboat Inarissa, Jerry Sahetapy, bersama dua anak buah speedboat, Ulis Pariama dan Arter Tomatala, sudah menjadi tersangka dalam peristiwa tenggelamnya kapal cepat berukuran kecil itu. Bahkan mereka juga dikabarkan kini sudah ditahan di Mapolsek Kairatu, Seram Bagian Barat. Namun belum ada petugas polisi yang bisa dikonfirmasi.
(han/mad)











































