Cegah Minamata,Bapedalda Sumbar Diminta Teliti Tambang Emas
Rabu, 28 Jul 2004 05:30 WIB
Padang - Untuk mengantisipasi munculnya penyakit Minamata di Sumatera Barat (Sumbar), Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) diminta meneliti kembali sejumlah tambang emas di Sumbar yang diduga mencemari lingkungan. Berdasarkan data Bapedalda Sumbar, saat ini di Sumbar terdapat sembilan tambang emas rakyat. Antara lain terdapat di Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, dan Kota Sawahlunto.Permintaan ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Fachri Ahmad ketika ditemui detikcom di kantornya, Jl. Sudirman Padang, Selasa (27/7/2004). "Penelitian Bapedalda Sumbar tahun 2001 menyebutkan penambangan tradisional di desa Bonjol, Bukit Malintang, Batang Malandu dan Batang Bubus beresiko sangat tinggi terhadap pencemaran," ujarnya.Dikatakan Fachri, hasil penelitian itu juga menyebutkan ada indikasi telah mengendapnya racun tak terurai (merkuri) di tubuh pekerja pada penambangan tersebut. Sejauh ini, menurut Fachri, memang belum ada laporan dari masyarakat mengenai serangan penyakit akibat merkuri itu. Namun, lanjutnya, bukan tidak mungkin penyakit itu ada karena sebelum menjadi wabahprosesnya memakan waktu bertahun-tahun. "Berdasarkan hasil penelitian itu juga diketahui bahwa di perairanBatang Bubus dan Malandu Kabupaten Pasaman ditemukan alga perifon yang suka tumbuh di perairan yang tercemar," terangnya.Lebih lanjut Fachri menjelaskan, hasil penelitian itu sudah disosialisasikan sejak tiga tahun lalu. Namun, sejauh ini dirinya belum melihat ada tindakan konkrit dari pemerintah kabupaten/ kota di daerah penambangan itu untuk menindaklanjutinya. "Saya berharap pemerintah setempat segera melakukan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya wabah minamata itu," demikian Fachri Ahmad.
(gtp/)











































