"Sewaktu-waktu pakai shabu, jadi tidak kayak yang sakau (ketagihan). Kalau ada tempat hiburan, kalau ada mood kumpul sama teman, ya begitu," kata Kabid Humas Polad Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada detikcom, Selasa (24/1) malam.
Dia tidak sendiri mengkonsumsi narkotika atau minuman keras impor. Sebagai 'bos' sebuah rumah produksi, anak buahnya yang juga bekerja di rumah produksi yang sama turut mengkonsumsi kristal haram dan pil ekstasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini wanita bertubuh tambun itu sudah didampingi pengacara. Siapa pengacaranya, Rikwanto mengaku belum mengetahuinya.
"Dia sendiri yang memilih pengacaranya," jelas Rikwanto.
Saat ini perempuan berusia 29 tahun itu sudah mendekam di tahanan karena kelalaiannya mengemudikan Xenia bernopol B 2749 XI, dan menyebabkan 9 orang pejalan kaki meninggal dunia. Polisi menyebut Afriyani cs mengkonsumsi narkoba. Namun alasan ke polisi, Afriyani mengaku mengantuk.
Afriyani diketahui beraktifitas padat sebelum kecelakaan terjadi. Mulai dari Sabtu (21/1) pukul 20.00 WIB di Hotel Borobudur, kemudian ke Kemang hingga pukul 02.00 WIB, Minggu (22/1), dan ke Stadium hingga pukul 10.00 WIB.
"Mungkin pengaruh alkohol dan ekstasi masih ada," tutur Dirrektur Narkotika Polda Metro Jaya, Kombes Nugroho Aji.
(ahy/mad)










































