Disebut-sebut, Hakim Agung Hatta Ali berpeluang besar meraup suara. Namun, hakim agung Artidjo Alkotsar diyakini akan menjadi kuda hitam di detik-detik penentuan.
"Pak Artidjo itulah kuda hitam," kata Wakil Ketua Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI), Alvon Kurnia saat berbincang dengan detikcom, Selasa, (24/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bisa menjadi alternatif pilihan," tambahnya.
Terkait kredibilitas, siapa yang menyangsikan Artidjo. Dikenal sebagai mantan aktivis jalanan, mantan pengacara kasus pembunuhan misterius wartawan Bernas, Udin, itu kini tetap menjaga ritme idealisme. Bahkan di kalangan penegak hukum, dia dikenal tidak doyan uang dari pihak berperkara.
"Itu analisa kita, dia tidak doyan uang," beber Alvon.
Sayangnya, sikap anti uang ini membuat gerah para pihak yang tidak suka. Hal ini dinilai yang akan mengganjal dirinya memperoleh suara mayoritas 53 hakim agung lainnya. Tetapi jika MA ingin menyelamatkan nasib pengadilan Indonesia, Artidjo dianggap sebagai pilihan terbaik yang ada.
"Dia bukan malaikat. Tapi dia merupakan pilihan terbaik dari calon yang ada. Sebab dia punya integritas dan ini bisa merubah citra MA ke hal yang lebih baik," beber Alvon menyudahi pembicaran.
(asp/mad)











































