Bursa Ketua MA, Artidjo Kuda Hitam yang Tidak Doyan Uang

Bursa Ketua MA, Artidjo Kuda Hitam yang Tidak Doyan Uang

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2012 05:54 WIB
Bursa Ketua MA, Artidjo Kuda Hitam yang Tidak Doyan Uang
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) akan memilih Ketua MA baru pada 8 Februari mendatang. Sebanyak 54 hakim agung akan memilih 1 orang yang bertanggung jawab terhadap arah hukum Indonesia.

Disebut-sebut, Hakim Agung Hatta Ali berpeluang besar meraup suara. Namun, hakim agung Artidjo Alkotsar diyakini akan menjadi kuda hitam di detik-detik penentuan.

"Pak Artidjo itulah kuda hitam," kata Wakil Ketua Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI), Alvon Kurnia saat berbincang dengan detikcom, Selasa, (24/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai kuda hitam, di atas kertas dia tidak punya kans. Dia bukan dari hakim karier, sementara pemilihnya kebanyakan dari hakim karier. Namun, dia bisa menjadi alternatif sebagai Ketua MA disaat suara para hakim agung karier terpecah akibat banyak kepentingan.

"Dia bisa menjadi alternatif pilihan," tambahnya.

Terkait kredibilitas, siapa yang menyangsikan Artidjo. Dikenal sebagai mantan aktivis jalanan, mantan pengacara kasus pembunuhan misterius wartawan Bernas, Udin, itu kini tetap menjaga ritme idealisme. Bahkan di kalangan penegak hukum, dia dikenal tidak doyan uang dari pihak berperkara.

"Itu analisa kita, dia tidak doyan uang," beber Alvon.

Sayangnya, sikap anti uang ini membuat gerah para pihak yang tidak suka. Hal ini dinilai yang akan mengganjal dirinya memperoleh suara mayoritas 53 hakim agung lainnya. Tetapi jika MA ingin menyelamatkan nasib pengadilan Indonesia, Artidjo dianggap sebagai pilihan terbaik yang ada.

"Dia bukan malaikat. Tapi dia merupakan pilihan terbaik dari calon yang ada. Sebab dia punya integritas dan ini bisa merubah citra MA ke hal yang lebih baik," beber Alvon menyudahi pembicaran.

(asp/mad)


Berita Terkait