WWF: Gajah Sumatera Langka karena Industri Sawit & Kertas

WWF: Gajah Sumatera Langka karena Industri Sawit & Kertas

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2012 03:38 WIB
WWF: Gajah Sumatera Langka karena Industri Sawit & Kertas
London - World Wildlife Fund (WWF) menyoroti jumlah populasi gajah Sumatera yang terus berkurang. Salah satu penyebabnya adalah industri sawit dan kerta yang membuat habitat hewan-hewan liar itu semakin habis.

Diberitakan Telegraph, Selasa (24/1/2012), WWF mengambil contoh populasi gajah di Provinsi Riau. Data para peneliti mereka menyebutkan, jumlah gajah berkurang 80 persen sejak 25 tahun belakangan akibat pembabatan hutan untuk industri sawit dan kertas.

"Gajah Sumatera masuk dalam daftar spesies Indonesia yang sangat langka dan kritis, termasuk orang utan, badan Jawa dan harimau Sumatera," kata Carlos Drews, direktur WWF.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Badan internasional yang mengurusi konservasi alam, IUCN memberikan rekomendasi agar habitat gajah-gajah itu dikembalikan seperti semua. Caranya, dengan reboisasi dan menanam tanaman agrikultur.

IUCN juga menyoroti 'keamanan' gajah Sumatera. Tidak ada jaminan perlindungan bagi hewan-hewan besar itu dari ancaman pemburu meski berada dalam kawasan hutan lindung.

"Ini berarti hutan itu bisa digunakan untuk kepentingan lain," demikian pernyataan IUCN.

Sebelumnya, WWF mencatat populasi gajah Sumatera kini tinggal 2.400 hingga 2.800 ekor. Angka tersebut berkurang setengah sejak tahun 1985.

Jika fenomena ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin gajah-gajah liar itu akan punah 30 tahun lagi.

(mad/mad)


Berita Terkait