Diberitakan Telegraph, Selasa (24/1/2012), WWF mengambil contoh populasi gajah di Provinsi Riau. Data para peneliti mereka menyebutkan, jumlah gajah berkurang 80 persen sejak 25 tahun belakangan akibat pembabatan hutan untuk industri sawit dan kertas.
"Gajah Sumatera masuk dalam daftar spesies Indonesia yang sangat langka dan kritis, termasuk orang utan, badan Jawa dan harimau Sumatera," kata Carlos Drews, direktur WWF.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IUCN juga menyoroti 'keamanan' gajah Sumatera. Tidak ada jaminan perlindungan bagi hewan-hewan besar itu dari ancaman pemburu meski berada dalam kawasan hutan lindung.
"Ini berarti hutan itu bisa digunakan untuk kepentingan lain," demikian pernyataan IUCN.
Sebelumnya, WWF mencatat populasi gajah Sumatera kini tinggal 2.400 hingga 2.800 ekor. Angka tersebut berkurang setengah sejak tahun 1985.
Jika fenomena ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin gajah-gajah liar itu akan punah 30 tahun lagi.
(mad/mad)











































