Asmasoebrata: Berat bagi Mega untuk Menangi Pilpres Putaran II
Rabu, 28 Jul 2004 00:30 WIB
Jakarta -
Tokoh senior PDI Perjuangan (PDIP) Alex Asmasoebrata menilai pasangan Mega-Hasyim akan menemui banyak kendala untuk bisa memenangi pemilu presiden putaran kedua. Pasalnya kinerja pemerintah dan perilaku tokoh partai ini semasa Mega menjadi presiden banyak mengecewakan rakyat."Megawati dan tokoh-tokoh PDI Perjuangan menyia-nyiakan kesempatan untuk mampu memperbaiki keadaan selama tiga tahun terakhir. akan berat bagi pasangan capres-cawapres ini untuk bisa memenangi putaran kedua," katanya kepada wartawan Jl. Cikajang No. 60 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/7/2004). Alex mengungkapkan, kendala yang paling berat untuk memenangi putaran kedua justru berada di orang-orang sekelilingnya. "Mega dikelilingi para penjilat yang tidak memiliki jasa besar bagi partai, mereka tidak merasakan susahnya membangun partai ini," katanya.Orang-orang itu, lanjut Alex yang juga pembalap mobil ini, memanfaatkan Mega untuk kepentingan sendiri. Orang-orang baru ini mendominasi partai ini, sedangkan orang yang berjasa justru dibuang."Ini fatal bagi Mega, kalaupun akan dilakukan pembersihan pun telah terlambat karena pemilihan presiden putaran kedua sudah diambang pintu," imbuhnya.Menurut Alex, tokoh-tokoh PDIP yang berjasa justru tidak ada yang dekat dengan Mega. Kemudian muncul orang-orang baru dari luar partai ini yang menguasai dan menyingkirkan orang-orang berjasa."PDIP sekarang seperti sebuah perusahaan CV PDIP, jauh melupakan kadernya dan meninggalkan orang-orang yang telah berhasil membesarkan partai," katanya.Sebenarnya, kata Alex, ada kinerja Megawati yang bagus. Namun tidak diungkap oleh tim suksesnya. "Tim suksesnya orang-orang yang mencari keuntungan sendiri," katanya.Menghadapi pemilihan presiden putaran ekdua, kata Alex, berat bagi Mega untuk bisa mengungguli SBY-Kalla. "Sebenarnya mesin politik SBY-Kalla juga tidak terlalu bagus, namun rakyat ingin ada perubahan," katanya.Alex mengakui dirinya adalah tokoh PDI-P yag kecewa dengan Megawati dan tokoh lainnya di partai ini karena mereka meninggalkannya ketika PDIP menuai puncak kekuasaan.Puncak kekecewaan Alex muncul ketika dalam suatu wawancara khusus di TVRI, pada Senin (26/7) malam, Kwik Kian Gie secara panjang lebar mengungkap sepak terjang partai ini di era Orde Baru, terutama ketika terjadi perebutan jabatan ketua umum antara Megawati dengan Soerjadi.Namun Kwik justru memutarbalikkan fakta. Kwik tidak menyebut orang-orang yang telah berjasa di partai ini termasuk Alex. "Orang sejujur Kwik juga sudah mulai tidak jujur," katanya.Alex menegaskan, Kwik dan tokoh PDIP yang ada di DPR maupun di pemerintahan lupa bahwa kongres dan kegiatan apapun di tingkat puncak partai ini atas biaya besar dari Alex."Saya minta Kwik mengembaikan semua dana yang telah saya kucurkan untuk kegiatan partai ini hingga menjadikan Megawati, Kwik Kian Gie dan pejabat-pejabat tinggi negara dari PDIP," katanya.Alex mengungkapkan, ia punya bukti kuat pengiriman dana untuk kegiatan partai termasuk untuk kongres yang menggolkan Megawati sebagai ketua umum partai ini. "Jumlahnya miliaran rupiah," katanya.Jika tidak dikembalikan, kata Alex, pihaknya akan mengambil sikap politik tersendiri dalam kaitan pemilihan presiden putaran kedua.Mengenai kemungkinan sikap politik itu diberikan kepada capres lain (SBY-Kala), Alex yang segera berangkat ke China untuk mengantarkan anaknya, Alexandra Asmasoebarta berlaga di balap Formula Asia di China, mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memutuskan sikap politik tersendiri."Terus terang, saya memang memilih PDIP pada pemilu legislatif 5 April, namun untuk pemilihan presiden terutama untuk putaran kedua, saya sedang mempertimbangkan sikap politik lain," katanya.
(gtp/)










































