Pemprov DKI Janji akan Perlebar Jalur Pejalan Kaki

Pemprov DKI Janji akan Perlebar Jalur Pejalan Kaki

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2012 21:11 WIB
Pemprov DKI Janji akan Perlebar Jalur Pejalan Kaki
Jakarta - Belasan pejalan kaki tertabrak sebuah mobil Xenia di sekitaran Tugu Tani, Jakarta Pusat. Akibat peristiwa tersebut, muncul wacana agar kondisi pedestrian atau trotoar di Jakarta dioptimalkan baik dari segi keamanan maupun kenyamanannya.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catharina Soeryowati, menyadari kondisi pedestrian di Jakarta saat ini belum optimal.

"Memang rata-rata pedestrian di Jakarta belum optimal," ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (24/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai standar, pedestrian yang baik harusnya memiliki lebar minimal lima meter. Namun, kenyataan yang terjadi di Jakarta, pedestrian hanya memiliki lebar satu hingga dua meter.

Terkait insiden yang merenggut sembilan orang nyawa pejalan kaki yang melintas di pedestrian Tugu Tani, Catharina menghaturkan rasa duka citanya yang mendalam. Apakah dengan kejadian itu akan ditambahkan pengamanan yang lebih di setiap pedestrian, ia belum bisa memastikan.

"Kejadian kemarin itu memang salah satu kasus yang sangat menyedihkan. Pedestrian memang seharusnya terbuka tidak menggunakan pagar. Sama seperti di luar negeri juga terbuka," tambahnya.

Meski demikian, kata dia, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta saat ini tengah berupaya untuk melakukan pelebaran pedestrian secara bertahap. Untuk tahun ini, ada empat titik yang menjadi fokus pelebaran yakni di Jalan Hayam Wuruk, Cikini, Jalan Sabang sisi Barat, dan Jalan Ridwan Rais sisi Barat.

"Pedestrian di Jalan Ridwan Rais juga akan dilebarkan. Tapi di seberang TKP kecelakaan kemarin," ujarnya.

Sedangkan untuk menghalau kendaraan roda dua masuk ke trotoar, lanjut Catharina, pihaknya juga telah memasang bolard atau tiang besi di tengah-tengah pedestrian. Selain itu, pihaknya juga akan menyiagakan polisi khusus pertamanan yang patroli untuk menghalau keberadaan PKL.

"Adanya PKL dan motor yang masuk ke pedestrian memang mengganggu pejalan kaki," tandasnya.

(lia/mad)


Berita Terkait