Dua Kelompok Warga di Samarinda Bersitegang

Dua Kelompok Warga di Samarinda Bersitegang

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2012 21:03 WIB
Samarinda - Dua kelompok warga di Jl AM Sangaji (eks Belibis), Samarinda, Kalimantan Timur, bersitegang dan nyaris terlibat terlibat bentrok. Ketegangan itu diduga sebagai buntut pengeroyokan seorang warga yang terjadi Senin (23/01/2012) kemarin.

Keterangan diperoleh detikcom, dua kelompok warga terlibat bersitegang di ruas jalan tersebut sekitar pukul 17.45 WITA. Belum diketahui jelas penyebab kedua kelompok warga bersitegang namun mereka terlihat sambil mengacung-acungkan senjata tajam dan saling menantang.

Sekitar 15 menit kemudian, 30 personel aparat Brimob Polda Kaltim bersenjata lengkap diterjunkan ke Jl AM Sangaji. Aparat langsung melokalisir kedua kelompok dan memisahkan mereka sejauh lebih dari 500 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua lajur menuju dan dari Jl AM Sangaji, diblokir aparat. Wakapolresta Samarinda AKBP Fadjar Abdillah terlihat memimpin langsung pengamanan ruas jalan tersebut.

Pengamatan detikcom, ketegangan antar 2 kelompok warga itu tersebut sudah terjadi sejak Senin (23/01/2012) kemarin. Salah satu warga Jl AM Sangaji, Subhan (32), mengalami luka-luka di sekitar rumahnya usai dikeroyok sekelompok orang yang tidak dikenal.

Dia pun dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Mengetahui insiden itu, rekan-rekan Subhan tidak terima dan berencana mencari para pelaku pengeroyokan. Situasi pun saat itu, sempat menegang meskipun akhirnya kembali reda.

Selasa (24/01/2012) siang sekitar pukul 14.00 WITA, belakangan diketahui 1 rumah yang dihuni oleh kawanan pelaku pengeroyokan, dirusak salah satu kelompok warga. Meski begitu, situasi masih terkendali.

"Ya benar, rumah salah seorang milik warga saya dirusak. Tepatnya di RT 02 Kelurahan Bandara," kata Lurah Bandara Joni Handoko saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Selasa (24/01/2012.

Meski demikian, Joni mengaku tidak tahu persis siapa saja yang menghuni rumah kayu berlantai dua itu lantaran hanya sebagai penyewa.

"Saya tidak tahu persis siapa-siapa saja. Mereka datang dan tinggal di rumah itu tidak pernah lapor. Padahal kami sudah mengimbau untuk segera lapor," ujar Joni.

"Kalau dilihat sehari-hari, mereka yang tinggal di rumah itu sebagai gelandangan pengemis. Itu pun mereka pernah saya lihat sendiri," tambahnya.

Berselang 3 jam kemudian, sejumlah orang yang diduga kuat sejumlah pelaku pengeroyokan Subhan melintas menggunakan kendaraan roda dua di depan kawanan Subhan di Jl AM Sangaji.

Kawanan Subhan pun langsung mengejar dengan mengacungkan senjata tajam. Namun tidak sampai berlari jauh, salah satu kelompok warga sudah menghadang juga dengan mengacungkan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Arif Budiman Sik menegaskan, dari 5 orang yang diamankan lantaran diduga kuat sebagai pelaku pengeroyokan, 2 diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami lakukan penahanan terhadap kedua tersangka," tegas Arif yang juga ditemui wartawan di lokasi yang sama.

Sedangkan Kabag Operasional Polresta Samarinda Kompol I Nyoman Mertha Dana menegaskan, persoalan yang terjadi saat ini, murni tindak pidana.

"Sangat tidak benar kabar yang beredar saat ini terjadi antar 2 kelompok etnis. Masyarakat jangan mudah menerima kabar-kabar yang tidak benar,"

"Memang, aksi pengerusakan rumah yang ada saat ini sebagai buntut dari aksi pengeroyokan kemarin," sebut Nyoman menambahkan.

Di lokasi, seratusan aparat Brimob Polda Kaltim serta Polresta Samarinda masih berjaga-jaga di lokasi. Situasi Jl AM Sangaji hingga malam ini masih mencekam lantaran seluruh toko memilih tutup lebih cepat.

(mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads