"Pihak ASDP di Lembar tidak memiliki pilihan selain menghentikan pelayanan. Penutupan pelabuhan juga untuk keselamatan penyeberangan," kata Ridwan Syah, Kepala Dinas Perhubungan NTB, di Mataram, Selasa sore.
Ridwan mengatakan, penutupan akan diberlakukan selama cuaca tidak memungkinkan pelayaran. Saat ini kecepatan angin di Selat Lombok bisa mencapai 43 knot. Selain itu, tinggi gelombang juga mencapai tiga meter. Di sisi lain, adanya kabut juga menyebabkan jarak pandang terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, penutupan dilakukan dari dua sisi penyeberangan, baik dari Lombok menuju Bali ataupun sebaliknya dari Bali menuju Lombok.
Saat ditutup pukul 13.30 Wita, sebanyak 20 truk dan dua bus tengah mengantre di halaman parkir pelabuhan Lembar. Jumlah kendaraan dan penumpang terus bertambah, terutama sepeda motor, mengingat penutupan belum diumumkan secara luas.
Hanya saja, Ridwan memastikan, dari kendaraan yang mengantre itu, sementara belum ada barang strategis yang mendesak untuk diberangkatkan karena dikhawatirkan akan rusak.
"Kondisi cuaca yang buruk ini kan terjadi secara nasional. Jadi para distributor dan perusahaan ekspedisi agaknya sudah mengantisipasi segala hal, termasuk penutupan penyeberangan yang bisa terjadi sewaktu-waktu seperti ini," kata Ridwan.
Dalam sepekan terakhir cuaca di Lombok didominasi hujan lebat dan angin kencang. Pantauan detikcom di Kota Mataram, sejak Selasa pagi, angin bertiup kencang yang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik. Di jalan pelataran Mataram Mal, sebuah pohon tumbang dan menimpa sebuah mobil sedan yang tengah parkir. Beruntung kejadian tak menimbulkan korban luka.
(anw/anw)











































