Mubarok Sebut Ada yang Desak SBY Minta Anas Mundur

Mubarok Sebut Ada yang Desak SBY Minta Anas Mundur

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2012 16:43 WIB
Mubarok Sebut Ada yang Desak SBY Minta Anas Mundur
Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok mengungkap ada elite PD yang meminta Anas Urbaningrum mundur dari jabatan Ketum. Elite tersebut telah bicara kepada Presiden SBY, agar meminta Anas mundur.

"Itu kan yang mbocorin yang punya kepentingan. Dari Kongres dulu kan rivalitas belum selesai. Apa saja bagi rival digunakan termasuk meminta Anas mundur," ungkap Mubarok.

Hal ini disampaikan Mubarok kepada detikcom, Selasa (24/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mubarok, rival Anas dalam Kongres PD ini Bandung tahun 2010 lalu ini menyadari sulit mendorong Kongres Luar Biasa PD. Meminta Anas mundur dengan alasan citra partai pun dilakukan. Namun keputusan akhir di tangan Ketua Dewan Pembina PD Presiden SBY.

"Mereka dari segi anggaran dasar enggak bisa, kesimpulan diserahkan ke SBY," kata Mubarok.

Menurut Mubarok, SBY tidak akan mengakomodasi kepentingan orang perorang. Namun kepentingan partai yang lebih besar.

"Ya kalau kita kan mengutamakan kepentingan partai buka orang-orang. Kalau dilakukan itu lalu masalahnya what next? Apa ada yang bisa menjamin siapapun yang menggati lebih baik," lanjut Mubarok.

Rival Anas dalam kongres PD Bandung adalah Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie, dan Sekretaris Dewan Pembina PD Andi Mallarangeng. Siapa diantara dua orang ini yang menyerang Anas?

"Saya nggak mau bilang yang mana. Maklum itu mah abadi yang seperti itu, ambisi itu abadi, ya inilah yang manya politik," tandasnya.

SBY malam ini akan mengumpulkan seluruh anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) di puri Cikeas, Bogor. Namun belum diketahui akan membahas apa pertemuan ini.

Anggota Dewan Kehormatan PD, Syarief Hasan membenarkan adanya pertemuan ini. "Iya Nanti malam ada pertemuan," ujar Syarief Hasan kepada wartawan di kompleks istana negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (25/1/2012).


(van/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads