Namun, pemasangan grill terkesan asal-asalan. Akibatnya, sejumlah pengendara sepeda motor menjadi korban karena terperosok ke grill yang terpasang menjorok ke dalam lebih kurang 5 sentimeter dari aspal.
Menurut Kepala Bidang Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas PU DKI Jakarta, Tarjuki, usai pengerjaan gorong-gorong tersebut terdapat 443 grill di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman baik di sisi barat dan timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarjuki menambahkan, dari jumlah tersebut sebanyak 286 grill masih cukup membahayakan pengendara. Sebab, posisinya masih menjorok ke dalam dan belum rata dengan permukaan jalan.
"Sisanya sudah rata dengan jalan dan tidak lagi membahayakan pengendara. Sehingga tidak perlu penyempurnaan. Tapi kalau ada yang berlubang akan kita benahi agar tidak membahayakan pengguna jalan," jelasnya.
Agar tidak mengganggu kelancaran berlalu lintas, lanjut Tarjuki, proses pengangkatan grill akan dilakukan pada malam hari sejak pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Namun, waktu pengerjaan malam hari juga mendatangkan kendala baru.
"Pengerjaan malam hari ini memang lebih sulit, karena gelap sehingga membutuhkan waktu yang lebih panjang. Belum lagi kalau hujan mengguyur, otomatis pekerjaan jadi terhambat," keluh Tarjuki.
Oleh karena itu, Tarjuki meminta masyarakat untuk bersabar dan maklum selama proses pengerjaan. Tarjuki mengklaim, pembangunan gorong-gorong itu memiliki jangka panjang agar drainase di sepanjang jalan tersebut berfungsi dengan baik terlebih ketika memasuki musim penghujan.
(lia/nwk)










































