Mengenal Mappong, Ahmad Kamil & Lotulong

MA Pilih Ketua Baru, Siapa Dia? (2)

Mengenal Mappong, Ahmad Kamil & Lotulong

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2012 14:39 WIB
Mengenal Mappong, Ahmad Kamil & Lotulong
Jakarta - Tiga dari sembilan hakim agung MA berpeluang menggantikan Harifin Tumpa yang pensiun 1 Maret 2012. Pemilihan ketua MA digelar 8 Februari. Inilah tiga di antara 9 calon Ketua MA:

1. Abdul Kadir Mappong
Abdul Kadir Mappong menjabat Wakil Ketua MA bidang Yudisial setelah melalui 2 tahapan pemilihan pada 15 Januari 2009 silam. Abdul Kadir Mappong terpilih dengan memperoleh 23 suara dari total 43 suara hakim agung. Selain menjabat Wakil Ketua MA bidang Yudisial, Abdul Kadir Mappong juga menjabat sebagai ketua kamar perdata di MA.

Sebelum menjabat Wakil Ketua MA bidang Yudisial, Abdul Kadir Mappong menjabat sebagai Ketua Muda Perdata Khusus. Abdul kadir Mappong sempat diterpa isu tak sedap terkait perkara yang ditanganinya di tingkatan PK. Nama putrinya, Anita Kadir Mappong Asmansyah, disebut-sebut bermain. Namun hal ini dibantah Mappong berkali-kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2.Ahmad Kamil
Ahmad Kamil terpilih menjadi Wakil Ketua MA bidang Yudisial setelah mendapat 25 suara pada 15 Januari 2009 silam. Selain sebagai Wakil Ketua MA bidang Yudisial, Ahmad Kamil saat ini juga menjabat sebagai ketua kamar Agama. Ahmad Kamil merupakan hakim karier yang telah bertugas di berbagai pelosok Indonesia.

Sebagai wakil ketua yang mengurusi bidang sarana dan prasarana, Ahmad Kamil membangun dan merenovasi gedung pengadilan di berbagai daerah. Terakhir yaitu membangun 35 gedung, 26 di antaranya gedung Pengadilan Agama yang diresmikan pada awal 2012.

3.Paulus Effendi Lotulung
Menghabiskan pendidikan Oranye School Surabaya (SD swasta Belanda) pada 1955, Lotulung merupakan ahli hukum administrasi yang disegani di MA. Pendidikan S1 diselesaikan di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada 1971 dan pendidikan S2 dan S3 diselesaikan di Universitas Paris I Sorbonne, Perancis pada 1980 dan pada 1982.

Menguasai 3 bahasa asing yaitu Inggris, Perancis dan Belanda serta bahasa Jerman secara pasif, Lotulung meniti karier sebagai hakim sejak 1963.

Kariernya tidak terbendung usai menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi TUN Jakarta pada 1997 dan akhirnya masuk ke MA pada 1998. Kini, jabatan Ketua Muda Bidang Peradilan Tata Usaha Negara telah dipegangnya selama 12 tahun.

Di tangan Lotulung, hukum administrasi terus berkembang, baik lewat dunia akademik maupun lewat dunia peradilan. Gebrakan terakhir yang menyedot perhatian publik yaitu pada Juni 2010, ketika Lotulung menyatakan reklamasi di Pantai Jakarta ilegal/melanggar hukum. Meski akhirnya putusan Lotulung mental di tingkat Peninjauan Kembali (PK).

(asp/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads