Kisah ini bermula saat Niati mengaku hamil 8 bulan kepada suaminya, Sardi (35). Pasangan yang nge-kos di Jalan Sidodadi Timur Nomor 34, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur ini memang jarang bertemu, sehingga sang suami percaya begitu saja.
Niati menghilang dari kos pekan lalu. Ia sempat berkomunikasi dengan suami bahwa dirinya diculik. Sardi pun melapor ke polisi, Minggu (22/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elan mengungkapkan, pihaknya sejak semula menaruh curiga dengan laporan itu. Pasalnya, dari hasil penyelidikan, Lokasi dan kronologis penculikan janggal. Niati juga disebut-sebut tidak hamil.
"Ada konsekuensi hukum atas hal itu (laporan palsu)," katanya tanpa menyebutkan detil konsekuensi yang dimaksud.
Dalam laporan ke polisi, Niati menyatakan diculik beberapa pria tak dikenal, kemudian dibius. Setelah bayinya lahir, dia dilepaskan penculik di Kawasan Tugu Muda Semarang. Namun berdasarkan visum yang dilakukan kepolisian, perempuan itu diketahui tak hamil, apalagi melahirkan.
Niati mengaku nekat melakukan hal itu karena sejak menikah beberapa tahun lalu, belum dikaruniai anak dan khawatir diceraikan suaminya. Ia pergi ke Magelang selama beberapa hari. "Saya takut dicerai," katanya.
(try/anw)










































