Ngaku-ngaku Hamil dan Diculik, Niati Berurusan dengan Polisi

Ngaku-ngaku Hamil dan Diculik, Niati Berurusan dengan Polisi

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2012 14:08 WIB
Ngaku-ngaku Hamil dan Diculik, Niati Berurusan dengan Polisi
Jakarta - Karena mengaku-ngaku hamil dan diculik, Sarubi Niati Cholisoh (26) terpaksa berurusan dengan polisi. Ia diperiksa dengan tudingan membuat laporan palsu.

Kisah ini bermula saat Niati mengaku hamil 8 bulan kepada suaminya, Sardi (35). Pasangan yang nge-kos di Jalan Sidodadi Timur Nomor 34, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur ini memang jarang bertemu, sehingga sang suami percaya begitu saja.

Niati menghilang dari kos pekan lalu. Ia sempat berkomunikasi dengan suami bahwa dirinya diculik. Sardi pun melapor ke polisi, Minggu (22/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah diselidiki polisi, ternyata Niati tidak diculik, melainkan pergi ke Magelang. "Kesimpulan sementara, tidak ada penculikan. Yang bersangkutan kami periksa sekarang," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan saat gelar perkara di Mapolrestabes, Jalan dr Sutomo, Selasa (24/1/2012).

Elan mengungkapkan, pihaknya sejak semula menaruh curiga dengan laporan itu. Pasalnya, dari hasil penyelidikan, Lokasi dan kronologis penculikan janggal. Niati juga disebut-sebut tidak hamil.

"Ada konsekuensi hukum atas hal itu (laporan palsu)," katanya tanpa menyebutkan detil konsekuensi yang dimaksud.

Dalam laporan ke polisi, Niati menyatakan diculik beberapa pria tak dikenal, kemudian dibius. Setelah bayinya lahir, dia dilepaskan penculik di Kawasan Tugu Muda Semarang. Namun berdasarkan visum yang dilakukan kepolisian, perempuan itu diketahui tak hamil, apalagi melahirkan.

Niati mengaku nekat melakukan hal itu karena sejak menikah beberapa tahun lalu, belum dikaruniai anak dan khawatir diceraikan suaminya. Ia pergi ke Magelang selama beberapa hari. "Saya takut dicerai," katanya.

(try/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini